Musa Rajekshah: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Musa Rajekshah: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah saat memantau Rukyatul Hilal dari Anjungan Lantai 9, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Minggu (5/5)

(jw/csp)

Minggu, 5 Mei 2019 | 20:28

Analisadaily (Medan) - Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah, memantau hilal atau Rukyatul Hilal untuk penetapan 1 Ramadhan 1440 H/2019 dari Anjungan Lantai 9, Kantor Gubernur Sumatera Utara , Minggu (5/5).

Hasilnya, hilal sudah wujud dan sudah berada di atas ufuk mar’i yakni antara +04o 15’ 34” (Jayapura, Papua) sampai dengan +05o 23’ 37” (Pelabuhan Ratu, Jawa Barat).

“Sesuai paparan Kepala BMKG Sumut, Bapak Edison, untuk wilayah Medan memang kita tidak dapat melihat langsung, karena cuaca sangat berawan tebal. Tetapi, sesuai kriteria disebutkan, hilal di Medan telah wujud,” ujar Musa.

Meski begitu, kata Ijeck, pemantauan hilal juga dilakukan di Kabupaten Tapanuli Tengah Kecamatan Barus. Ia berharap, hilal bisa dilihat langsung di Barus, sehingga bisa memberikan informasi tambahan bagi Kementerian Agama Republik Indonesia yang nantinya akan mengumumkan secara resmi kapan masuknya waktu awal ramadan.

Dalam kesempatan tersebut, Ijeck pun menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah bulan puasa ramadhan kepada seluruh rakyat Sumut.

"Kami atas nama Pemerintah Provinsi Sumut dan seluruh jajaran Forkopimda Sumut, memohon maaf lahir dan batin. Selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga di bulan Ramadan yang penuh berkah ini kita bisa berlomba-lomba berbuat kebaikan dan ibadah,” kata Ijeck

Kepala BMKG Sumut Edison menjelaskan, saat ini posisi hilal di Medan telah mencapai tinggi + 5.98 derajat , lokasinya + 6.96 derajat dan umur bulan sudah 12 jam. Artinya, secara umum hilal sudah terlihat. Hanya saja, kondisi cuaca sangat berawan dan tidak memungkinkan untuk dilihat langsung.

“Kita doakan saja, mudah-mudahan teman kita yang ada di wilayah pantai Barus bisa melihat langsung bagaimana kondisi hilal,” paparnya.

Bagi beberapa tempat yang tidak dapat melihat hilal secara langsung, Edison mengatakan, ada beberapa aturan yang ditetapkan untuk menentukan wujud atau tidaknya hilal. Baik dari keputusan konferensi internasional di Tukri atau kesepakatan Mabim (Menteri Agama Se-ASEAN).

“Di Mabim sendiri dikatakan, jika hilal tidak terlihat langsung maka minimal posisi hilal tingginya harus mencapai 2 derajat kemudian elokasi 3 derajat, dan umur bulan tujuh atau delapan jam. Berdasarkan hasil perhitungan yang kita lakukan di Medan, telah memenuhi kriteria, secara umum hilal telah wujud,” jelas Edison.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumut H Iwan Zulhami mengatakan, Rukyatul Hilal awal Ramadhan 1440 H dilaksanakan berdasarkan Surat Direktur Jenderal Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah tanggal 10 April 2019 tentang perintah untuk melaksanakan rukyat hilal awal ramadhan, syawal, dan dzulhijjah 1440 H di seluruh wilayah Indoensia.

“Hasil observasi Rukyatul Hilal awal Ramadhan 1440 H yang dilaksanakan sore ini akan segera dilaporkan kepada Bapak Menteri Republik Indoensia sebagai bahan pertimbangan dalam sidang penetapan isbat yang akan berlangsung di Kementerian Agama RI untuk memutuskan kapan jatuhnya tanggal 1 ramadhan1440 H secara syar’iy,” ucapnya.

Dalam Rukyatul Hilal awal Ramadhan 1440 H juga dihadiri oleh Sekjen MUI Sumut Ardiansyah, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama H Ahsin, OPD Provinsi Sumut, Ormas Islam, tokoh agama.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar