MUI Sumut: Takbiran Bagian dari Syiar Islam

MUI Sumut: Takbiran Bagian dari Syiar Islam

Kantor Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara di Medan, Jumat (24/6)

(aa/csp)

Jumat, 23 Juni 2017 | 18:51

Analisadaily (Medan) - Menyambut Hari Raya Idul Fitri, banyak cara yang dilakukan umat muslim untuk merayakannya. Di Indonesia, umumnya salah satu cara untuk memeriahkan kemenangan tersebut dengan melakukan takbir keliling di masing-masing kota.

Tradisi yang sering disebut takbiran ini dilakukan pada malam hari menjelang lebaran. Menurut Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak mengatakan, takbiran merupakan bagian dari Syiar Islam.

Dia mengingatkan, bagi umat muslim yang merayakan malam takbiran harus menjaga etika dan norma di masyarakat, agar tidak menimbulkan permasalahan.

"Takbiran itu bagian dari Syiar. Kami menghimbau kalau memang melakukan takbir keliling harus tertib, jangan ugal-ugalan dan jangan mengganggu pengendara lain," kata Maratua, Jumat (23/6).

Takbiran dengan cara berkeliling, lanjutnya, merupakan bagian terpenting dalam syiar agama Islam. Hal ini juga menunjukan semangat umat dalam merayakan kemenangan.

"Dalam menyambut kemenangan perbanyak takbir, tahmid baik di jalan maupun di masjid. Tapi kalau tidak bisa di jalan, kita menganjurkan di Masjid saja," tambahnya.

Dalam pesannya, Maratua menyampaikan, kepada non muslim agar memaklumi dengan banyaknya takbiran di jalanan. Karena menurutnya, ini bagian dari kegembiraan setelah sebulan penuh umat muslim menjalankan ibadah puasa.

(aa/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar