MUI Galang Dana untuk Medan Lebih Manusiawi

MUI Galang Dana untuk Medan Lebih Manusiawi

Aktivis Medan Utara Institute (MUI) galang dana untuk keperluan sejumlah kegiatan bakti sosial, Jumat (11/10)

(rzp/csp)

Jumat, 11 Oktober 2019 | 12:05

Analisadaily (Medan) - Partisipasi publik dalam menentukan masa depan Kota Medan bukan hanya soal jumlah pemilih yang datang ke TPS. Tapi juga soal bagaimana masyarakat ikut andil dalam pengawasan aktif di pemerintahan.

Demikian disampaikan Aktivis Medan Utara Institute (MUI) Wiji Gatot Suyono. Hal itu dikatakannya di sela-sela kegiatan galang dana untuk sejumlah bakti sosial.

"Di antaranya galang dana untuk Medan lebih manusiawi yang digagas Edy Ikhsan yang akan bertarung pada Pilkada Medan 2020. Kita tahu biaya Pilkada tidak murah, untuk itu kami mencoba sedikit meringankan itu demi capaian Medan yang lebih manusiawi," kata Wiji, Jumat (11/10).

Menurut Gatot, publik harus dikabarkan bahwa partisipasi dalam demokrasi tidak sekadar datang ke TPS. Melainkan juga ikut andil dari awal proses hingga mencapai tujuan akhir kesejahteraan rakyat.

"Demokrasi ini kan proses, hasilnya adalah kesejahteraan rakyat. Maka kami menilai galang dana ini bagian dari andil kita untuk proses itu," kata Wiji.

Di sisi lain, Wiji juga menegaskan pihaknya masih terus melakukan pengumpulan dukungan KTP warga Medan Utara untuk Edy Ikhsan yang maju lewat jalur non partai pada Pilkada Medan 2020.

"Insha Allah ini terus berjalan. Pelan tapi terus berproses sembari melakukan penyadaran tentang bahaya politik uang," ucap Wiji.

Kata Wiji, galang dana dan KTP dukungan yang terkumpul akan diserahkan langsung ke Edy Ikhsan nantinya.

"Mudah-mudahan Edy Ikhsan berkenan menerima niat baik ini," ujar Wiji.

Tentang politik, Wiji mengakui tidak mudah mengajak publik berpikir rasional di tengah kesulitan ekonomi dan upaya pembodohan yang terus dilakukan agen-agen.

"Berat memang bicara rasional ketika akal publik dihimpit sulitnya ekonomi dan pembodohan. Untuk itu pertama sekali kami meyakini kami sendiri terlebih dulu bahwa money politik tidak bisa mengubah apapun selain penindasan," sebutnya.

Edy Ikhsan merupakan Dosen Hukum USU yang diprediksi maju di Pilkada Medan lewat jalur independen. Aktivis senior itu bahkan diyakini jadi penantang serius calon dari parpol yang akan ikut bertarung pada pesta demokrasi tersebut.

(rzp/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar