MUI Desak PBB Tangkap Aktor Intelektual Pemusnahan Etnis di Myanmar

MUI Desak PBB Tangkap Aktor Intelektual Pemusnahan Etnis di Myanmar

Pertemuan antara MUI dengan beberapa ormas di Kantor MUI Medan, Senin (4/9)

(jw/eal)

Senin, 4 September 2017 | 22:03

Analisadaily (Medan) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan mendesak agar pemerintah Indonesia memutus hubungan diplomatik dengan memulangkan Duta Besar (Dubes) Myanmar dan menarik Dubes Indonesia dari Myanmar sebagai bentuk protes atas pelanggaran HAM terhadap masyarakat Rohingya.

Ketua Bidang Ekonomi MUI Medan, Masri Sitanggang mengatakan, tragedi kemanusiaan yang terjadi di Myanmar terhadap muslim Rohingya merupakan pelanggaran HAM berat dan sangat tidak manusiawi.

"Kami minta pemerintah Indonesia agar mengirimkan delegasi ke Myanmar serta mengirim pasukan Garuda di bawah bendera PBB untuk memulihkan keamanan di negara tersebut," kata Masri di Kantor MUI Medan, Senin (4/9).

Masri juga menjelaskan, diadakannya pertemuan antara MUI dengan beberapa ormas di Kantor MUI Medan bertujuan untuk mendesak pemerintah Indonesia agar bertindak tegas atas tragedi kemanusiaan di Myanmar dan juga mempertanyakan sikap peraih nobel perdamaian, Aung San Suu Kyi, atas krisis kemanusiaan yang terjadi di negaranya.

"Seharusnya Aung San Suu Kyi bisa mengambil sikap, jangan beralibi bahwa yang terjadi bukan perang etnis. Apapun namanya ini sudah jelas krisis kemanusiaan di Myanmar tanpa adanya sikap tegas dari pemerintahnya," kecam Masri. 

Masri yang juga Ketua Umum Gerakan Islam Pengawal NKRI menegaskan, dalam hal ini pemerintah Indonesia dan semua negara harus ikut berpartisipasi untuk menghentikan krisis kemanusiaan di Myanmar serta mendesak agar Dewan Keamanan PBB segera turun dan menangkap aktor intelektual atas pemusnahan etnis di Myanmar.

"Aksi dan langkah tegas pemerintah Indonesia sangat dibutuhkan untuk menghentikan kekejaman terhadap masyarakat minoritas di negara tersebut," tegasnya.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar