Motif Pembunuhan Perempuan di Kontrakan Karena Hutang

Motif Pembunuhan Perempuan di Kontrakan Karena Hutang

Pelaku yang diamankan polisi setelah membunuh seorang lentenir di  di Jalan Abadi, Tanjung Rejo, Medan, Minggu (28/7)

(jw/csp)

Senin, 29 Juli 2019 | 15:09

Analisadaily (Medan) - Motif pembunuhan seorang perempuan di rumah kontrakan di Jalan Abadi, Tanjung Rejo, Medan, Minggu (28/7), diketahui karena masalah hutang.

Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Syarif Ginting mengatakan, perempuan itu bernama Eriawati Boru Siagian (56) yang berhutang dengan Dimas (40), warga Jalan Seksama, Medan.

"Motif pelaku membunuh korban dikarenakan utang-piutang," kata Iptu Syarif, Senin (29/7).

Polisian menangkap Dimas setelah mendapat keterangan dari sejumlah saksi. Mereka mencurigai tiga orang yang datang ke rumah korban beberapa hari terakhir.

Setelah petugas mengamankan pelaku, polisi kemudian melakukan pengembangan. Namun, saat hendak melakukan pengembangan, pelaku mencoba melawan sehingga petugas memberikan tindakan tegas.

"Pelaku terpaksa kita tembak karena mencoba melakukan perlawanan saat diamankan," tutur Syarif.

Dari hasil penyelidikan, ternyata Dimas menghabisi nyawa Eriawati di dapur rumah perempuan itu pada Jumat (26/7) sore. Namun, jasadnya baru ditemukan warga pada Minggu (28/7) kemarin siang.

Syarif mengungkapkan, dari hasil interogasi petugas, Dimas memukul kepala korban menggunakan kursi kayu. Setelah perempuan itu terkapar, lehernya ditikam dengan sebilah pisau.

Untuk memastikan korban tewas, pelaku menyumpal mulut lalu mengikat kedua tangannya. Untuk mengelabui warga, dia menyalakan radio agar seolah-olah ada orang di dalam rumah.

Selanjutnya, pelaku keluar dan mengunci pintu. Dia kemudian membuang pisau yang digunakan untuk menghabisi Eriawati dan kunci rumah korban. Pelaku sempat pulang ke rumah dan mencuci pakaiannya yang berdarah. Saat ditanya istrinya, dia mengaku habis kecelakaan.

Lebih lanjut, Syarif menuturkan, setelah mayat korban ditemukan, tidak lama kemudian pelaku tertangkap. Dari pemeriksaan diketahui pembunuhan itu bermotif utang-piutang.

"Korban ini rentenir, dia ngasih-ngasih pinjam uang sama orang berbunga. Pelaku ada meminjam uang sekitar Rp 40 juta dan sisa tinggal Rp 23 juta. Sisa utang Rp 23 juta itu tak kunjung dibayar Dimas. Korban kemudian mengancam akan memberitahukan keluarganya bahwa dia memiliki utang," tuturnya.

Mendengar ancaman Eriawati, Dimas gelap mata. Mereka betengkar. Saat kejadian mereka hanya berdua di dalam rumah posisi di dapur.

“Pelaku mungkin kalap terus dipukulnya korban pakai kursi kayu dan ditikamnya leher korban pakai pisau. Kasus ini masih dikembangkan polisi. Mereka masih memeriksa pelaku," pungkas Sharif.

(jw/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar