Motif Para Pelaku Tega Habisi Nyawa Dua IRT di Asahan

Motif Para Pelaku Tega Habisi Nyawa Dua IRT di Asahan

Salah satu pelaku pembunuhan dua IRT di Asahan, Rabu (12/7).

(aln/rzp)

Rabu, 12 Juli 2017 | 21:15

Analisadaily (Asahan) - Kasus pembunuhan berdarah terhadap dua ibu rumah tangga (IRT) di Dusun III, Desa Lubbu Rappa, Kecamatan Aek Sonngsongan dilatarbelakangi mulai tercium kecurangan yang dilakukan orang kepercayaan korban, dalam usaha membungakan uang sehingga merencanakan pembunuhan.

"Selama ini NH selaku otak pelaku dalam kasus ini adalah orang kepercayaan korban dalam usaha membungakan uang," kata Kapolres Asahan, AKBP Kobul Syahrin Ritonga, Rabu (12/7).

Kecurangan yang dilakukan NH memalsukan data-data masyarakat selaku nasabah dalam usaha mereka, sehingga NH merasa takut akan terbongkar kecurangan yang dilakukannya. Akhirnya membuat rencana jahat, bersama pacarnya, NP, untuk menghabisi nyawa korban.

"Pelaku merencanakan rencana jahat itu bersama pacarnya untuk menghabisi nyawa korban," ungkap mantan Kapolres Dairi itu.

Untuk melancarkan rencana jahatnya, NP yang sudah dipengaruhi oleh pacarnya itu meminta bantuan kepada rekannya, RP dan AB. Keempat pelaku bertemu di suatu tempat dan merencanakan dengan matang pembunuhan.

Diketahui, korban Klara boru Siallagan yang selama ini pisah ranjang dengan suaminya dan tinggal berdua bersama iparnya, Nursi boru Sirait, akan mempermudah rencana jahat itu, apalagi diketahui Parlin Sirait, merupakan anak korban sering tidak berada di rumah, dan pada malam kejadian, pulang sekitar pukul 03.00 WIB.

Imbalan Rp 1,7 Juta

Ironisnya, para eksekutor hanya mendapat imbalan sebesar Rp 1,7 juta dari Rp 5 juta yang dijanjikan oleh NH, dan tega menghabisi dua orang perempuan yang tidak berdaya. "Sungguh tega, hanya dengan uang lebih kurang Rp 600 ribu, tega menghabisi nyawa orang," ucap Kobul.

Dari pengungkapan kasus tersebut, kepolisian menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Supra X 125 milik korban yang dibawa kabur para pelaku usai melakukan aksi pembunuhan, empat buah handphone yang sempat dijual, balok, seprei dan juga senjata tajam.

"Semua barang bukti telah kita amankan," ungkap Kobul.

Kasubdit Jatanras Polda Sumut, AKBP Faisal F Napitupulu, mengakui ketika timnya mendapat laporan kasus pembunuhan tersebut langsung turun dan bergabung dengan tim Polres Asahan untuk mengungkap.

"Kami sangat yakin kasus ini akan terungkap," sebut Faisal.

Pertama kali, pihaknya berhasil mengendus penadah handphone yang dijual para pelaku, dan dari situ diketahui para eksekutor serta otak pelaku. "Dua orang pelaku sempat melarikan diri ke Damuli, sedangkan dua lagi, NH dan NP, ditangkap di seputaran Bandar Pulau dan penadah di Rahuning," ungkap Faisal.

(aln/rzp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar