Momentum Global Tiger Day Serukan Penghentian Perburuan Harimau

Momentum Global Tiger Day Serukan Penghentian Perburuan Harimau

Momentum peringatan Global Tiger Day digelar di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (30/7).

(aa/rzp)

Minggu, 30 Juli 2017 | 14:25

Analisadaily (Medan) - Saat ini perburuan satwa liar semakin memprihatinkan. Hal ini tentunya mengancam terjadinya kepunahan, terutama pada harimau. Demikian disampaikan Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Lauser (BBTNGL), Misran, dalam acara peringatan Global Tiger Day 2017, di Lapangan Merdeka Medan.

"Harimau itu merupakan bagian dari kita dan perlu dilestarikan, terutama yang perlu kita ke depankan adalah habitat harimau itu sendiri, harus kita pertahankan dan kita lindungi sehingga ia dapat nyaman tinggal di kawasannya," kata Misran kepada Analisadaily.com, Minggu (30/7).

Dijelaskannya, sekecil apapun perburuan harimau harus dicegah dan pihaknya sudah melaksanakan itu dan tidak mentolerir atas perburuan-perburuan yang ada di Gunung Leuser.

"Beberapa waktu lalu kita juga sudah berhasil mengamankan para pelaku dan telah diproses hingga ke pengadilan," ucapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, pihaknya juga memprioritaskan penanggulangan perdagangan harimau, terutama kulitnya. Tidak hanya pemburunya, penadah juga harus dicegah dan dicari sehingga kelestarian harimau tetap terjaga.

"Leuser cukup nyaman bagi harimau, karena lokasinya cukup luas dan habitatnya terpelihara. Tapi yang lebih penting, bagaimana mencegah perburuan-perburuan itu. Dan terjadinya konflik antara manusia dengan harimau disebabkan perburuan dan penjeratan," ucapnya.

Diungkapkannya, untuk melestarikan kawasan tersebut pihaknya harus banyak bekerja sama dengan berbagai pihak yang punya kepedulian terhadap harimau.

"Berdasarkan pantauan kamera trap (kamera sembunyi) ada sekitar 100 ekor harimau yang ada di Leuser, dan dari jumlah tersebut bisa diidentifikasi," tandasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, Hotmauli Sianturi. Ia berharap kegiatan-kegiatan seperti ini jangan diperingati setahun sekali dan bisa lebih sering diadakan.

"Dengan demikian, makin banyak yang lebih aware dan mengerti bagaimana mengkonservasi harimau. Jadi kalau ketemu bukan diburu, tapi sebaiknya telepon ke kami agar tim bersama teman-teman penggiat lainnya untuk turun me-rescue," ucapnya.

"Tentunya bagi perburuan liar harus ditindak dan diberi hukuman seberat-beratnya," tandasnya.

(aa/rzp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar