Modus Baru Penyelundup Narkoba Untuk Kelabui Petugas

Modus Baru Penyelundup Narkoba Untuk Kelabui Petugas

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol. Arman Depari, memaparkan para tersangka dan barang bukti sabu, Sabtu (6/10)

(jw/eal)

Sabtu, 6 Oktober 2018 | 20:14

Analisadaily (Medan) - Modus baru dipakai para sindikat narkotika jaringan internasional untuk mengelabui petugas. Hal ini diketahui ketika petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan tujuh orang dengan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 53,386 kilogram di Jalan Brigjen Katamso, Medan, Jumat (5/10) malam.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol. Arman Depari mengatakan, para tersangka mengelabui petugas dengan membungkus sabu-sabu di dalam kemasan berwarna kuning emas dan dimasukkan ke dalam jerigen.

"Modus yang dipakai cukup baru. Narkoba dikemas dalam bungkus pres berwarna kuning dan dimasukkan ke dalam jerigen untuk mengelabui petugas," kata Arman, Sabtu (6/10).

"Setelah diinterogasi, mereka mengaku disuruh oleh bandar besar yang berada di Aceh," sambung Arman.

Arman menjelaskan bahwa teknis penyelundupan kali ini relatif berbeda. Karena biasanya penyelundup dikendalikan dari bandar yang ada di Sumatera Utara. "Kali ini pengendalinya dari Aceh," jelasnya.

Menurutnya penangkapan itu berawal dari informasi adanya transaksi narkoba. Tim yang mencurigai sebuah mobil kemudian mengikutinya ketika sedang melintas di Jalan Brigjen Katamso, Medan.

Pada saat para tersangka tiba di lokasi serah terima narkotika, mereka pun menaruh curiga telah diintai petugas. Alhasil mobil yang dikendarai pelaku tidak berhenti sehingga tim melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan mobil Honda CRV silver metalik yang disinyalir membawa narkotika dari Tanjungbalai.

"Kita intai mobil yang membawa narkotika, namun pengintaian petugas diketahui. Pelaku kabur dengan mobil yang dikendarainya, namun berhasil ditangkap," ungkap Arman.

Barang bukti sabu-sabu

Barang bukti 53 Kg sabu-sabu

Saat digeledah, mobil tersebut ditumpangi 5 orang dan ditemukan sabu-sabu sekitar lebih kurang 53 kilogram yang disimpan dalam 5 jerigen plastik.

"Selain menyita 53 kg sabu, petugas juga menyita 3 unit mobil mewah dan alat komunikasi yang digunakan para tersangka untuk menjalankan aksinya," jelas Arman.

Untuk diketahui, ketujuh tersangka yang diamankan oleh petugas BNN masing-masing berinisial JS (37), S (40), ED (49), N (53), J (54), ZA (34) dan BH (39).

Mereka terancam pidana Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 dan Pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal pidana mati.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar