Mobilisasi Masyarakat Harus Mendapatkan Pengamanan Proaktif

Mobilisasi Masyarakat Harus Mendapatkan Pengamanan Proaktif

Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Adhi Prawoto, saat membuka Pelatihan Pra Operasi Lilin Toba-2016, Senin (19/12).

(yy/rzd)

Senin, 19 Desember 2016 | 17:51

Analisadaily (Medan) - Mobilisasi dan konsentrasi masyarakat yang tinggi saat perayaan Natal dan Tahun Baru harus mendapatkan pengamanan proaktif dari kepolisian.

Salah satu upaya yang harus dilakukan dengan memaksimalkan cipta kondisi menjelang natal dan tahun baru dengan pengamanan (PAM) proaktif, razia malam dan patroli skala besar dengan melibatkan TNI.

Demikian amanat Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel yang disampaikan Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Adhi Prawoto, pada Pelatihan Pra Operasi Lilin Toba 2016, Senin (19/12) di Aula Catur Prasatya Polda Sumut.

"Sebagaimana kita ketahui bersama, setiap menjelang Natal dan Tahun Baru, mobilisasi masyarakat cukup tinggi dan akan terjadi konsentrasi massa pada titik-titik tertentu, seperti tempat ibadah, pusat perbelanjaan, perbankan, lokasi wisata, jalur transportasi darat, laut dan udara. Terutama pada malam Tahun Baru yang sudah menjadi pesta rakyat yang dirayakan secara massal. Kegiatan masyarakat tersebut harus mendapatkan pengamanan dari kepolisian secara proaktif," jelasnya.

Lebih jauh, pada perayaan Natal dan Tahun Baru, Wakapolda Sumut mengatakan, supaya memprioritaskan pengamanan di gereja. Melakukan sterilisasi gereja dengan melibatkan warga termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat.

"Memberdayakan Satpam, menerapkan Buddy System dan keseragaman pakaian, posko serta keseragaman data posko," sebutnya.

Indikator keberhasilan operasi lilin, sambung Brigjen Pol Adhi, yaitu tidak ada serangan teror secara fisik. Kemudian tidak ada serangan fisik ke pelabuhan dan objek vital, tidak ada konflik intoleransi yang terbuka, tidak ada konflik SARA, tidak ada kecelakaan yang besar dan tidak ada kelangkaan kebutuhan dasar.

Pada kesempatan itu, Wakapolda Sumut juga menyampaikan pesan Kapolri, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap gerakan intoleransi dan terorisme. Jangan sampai terjadi kejadian serupa seperti penghentian kegiatan kebaktian kebangunan rohani di Gedung Sabuga Bandung oleh Pembela Ahli Sunnah (Pas) dan penemuan bom rakitan di Bekasi.

Pada Pelatihan Pra Operasi Lilin Toba 2016 yang dihadiri para Kabag Ops, Kasat Intel dan Kasat Lantas sejajaran Polda Sumut ini, Wakapolda Sumut juga berharap pada para nara sumber agar dapat menyampaikan materi secara pragmatis dan dalam suasana yang dialogis.

Hal itu supaya para peserta dapat memberikan feedback langsung terhadap materi yang disampaikan. Sehingga terwujud kesamaan pola pikir dan pola tindak dalam menyukseskan Operasi Lilin Toba 2016.

"Kami berharap agar personel yang terlibat dalam operasi nantinya dapat memahami dan melaksanakan tugas sesuai dengan prosedur dan SOP yang berlaku," tandasnya.

(yy/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar