Mini Market Menjamur, Pendapatan Pedagang Tradisional Menurun

 Mini Market Menjamur, Pendapatan Pedagang Tradisional Menurun

Anggota DPD RI, Parlindungan Purba, sidak ke Pasar Tradisional Petisah Medan, Sabtu (30/12)

(jw/eal)

Sabtu, 30 Desember 2017 | 16:19

Analisadaily (Medan) - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Parlindungan Purba, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional di Kota Medan untuk melihat fluktuasi harga sembako menjelang libur panjang.

Saat kunjungan tersebut, Parlindungan prihatin melihat kondisi pedagang tradisonal yang sebagian besar banyak tutup. Hal itu menandakan perlunya perhatian serius terhadap pedagang pasar tradisional.

"Kita kecewa juga di sekitar pasar tradisonal masih ada mini market yang banyak menjamur. Itukan jadi penghalang pembeli belanja di pasar tradisonal. Padahal pasar tradisional punya nilai-nilai kekeluargaan, ada tawar menawar, silaturahmi, disini sebenarnya pasar tradisional bisa berperan," kata Parlindungan, Sabtu (30/12).

Senator asal Sumatera Utara ini juga menuturkan bahwa pada kenyataannya tidak banyak orang yang datang ke pasar tradisional. Padahal sebenarnya harga sama, namun di mini market ada diskon besar-besaran karena kapital besar.

"Nah, disini peran pemerintah harusnya melindungi pedagang tradisional. Kita berharap supaya penataan super market berbasis franchise dibatasi. Jangan sampai mengganggu operasional dari pedagang pasar tradisional," pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang yang berjualan sembako di Pasar Petisah Medan, Ahwa mengungkapkan, banyaknya mini market yang menjamur di Kota Medan membuat penghasilan pedagang tradisional menurun hingga 50%.

"Faktor utama yang membuat pelanggan malas membeli di pasar tradisional karena masyarakat sekarang lebih condong untuk belanja di mini market. Dan itu sangat mempengaruhi penjualan dan pendapat dari pedagang tradisional," sebutnya.

Ahwa menjelaskan, harga di mini market jauh lebih rendah, bahkan terkadang ada promosi yang harganya jauh di bawah harga pasaran.

"Mereka ada diskon, kita mana ada diskon. Harga kita masih standar, tapi memang sekarang daya beli masyarakat ke pasar tradisional memang sudah jauh berkurang," keluhnya.

Namun para pedagang tetap berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. "Mau gak mau kita bertahan lah biar keluarga kita bisa makan dan hidup," pungkasnya.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar