Meutya Hafid: Pilkada Jangan Timbulkan Perpecahan

Meutya Hafid: Pilkada Jangan Timbulkan Perpecahan

Dialog kebangsaan 'Merajut Kebhinekaan, Meneguhkan Jati Diri Bangsa' di Gedung PWI Sumut, Minggu (10/12)

(aa/eal)

Minggu, 10 Desember 2017 | 17:28

Analisadaily (Medan) - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Viada Hafid mengingatkan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 yang akan digelar serentak di sejumlah daerah jangan sampai menimbulkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat.

"Perbedaan pilihan harus kita jadikan sebagai keberagaman yang positif untuk memunculkan pemimpin yang terbaik," kata Meutya dalam dialog kebangsaan 'Merajut Kebhinekaan, Meneguhkan Jati Diri Bangsa' yang diselenggarakan Kemenkominfo RI di Gedung PWI Sumut Jalan Adinegoro Medan, Minggu (10/12).

Turut hadir sekaligus tampil sebagai narasumber Staf Ahli Kemenkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa, Gun Gun Siswadi dan Ketua PWI Sumut, Hermansjah.

Lebih lanjut dikatakan Meutya, stabilitas keamanan yang sudah tercipta jangan dirusak hanya karena beda pilihan.

"Untuk itu setiap orang harus saling menghargai, tidak menjadikan Pilkada sebagai ajang pertandingan, tapi murni kita jadikan sebagai sarana proses demokrasi menuju perubahan yang lebih baik," ujar politisi Partai Golkar itu.

Senada dengan Meutya, Staf Ahli Kemenkominfo, Gun Gun Siswadi berharap, Pilkada yang digelar serentak itu tidak dijadikan ajang pertengkaran di media sosial hingga memunculkan ujaran kebencian (hate speech) yang pelakunya dapat dipidana dalam UU ITE dengan denda Rp 150 juta.

Sementara Ketua PWI Sumut mengatakan, wartawan memegang peranan penting dalam menciptakan situasi yang kondusif. Karena itu penerapan kode etik jurnalistik harus tetap dijunjung tinggi para wartawan.

PWI terutama, lanjutnya, sangat tidak menghendaki terjadinya perpecahan di tengah masyarakat. Karena PWI berdiri hanya selisih beberapa bulan dari hari Kemerdekaan RI yakni 9 Februari 1946.

"PWI bahkan ikut menjadi garda terdepan menjaga persatuan dan keutuhan NKRI," tegasnya.

(aa/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar