Meutya Hafid Bicara Pembangunan dan Penguasaan IPTEK di Ponpes Mawaridussalam

Meutya Hafid Bicara Pembangunan dan Penguasaan IPTEK di Ponpes Mawaridussalam

Meutya Hafid.

(hers/rzp)

Selasa, 13 Februari 2018 | 17:03

Analisadaily (Medan) - Meutya Hafid bekerja sama dengan pondok pesantren Mawaridussalam mengadakan rapat dengar pendapat bertema arah dan tahapan pembangunan bidang sumber daya manusia dan penguasaan IPTEK di aula pondok pesantren, Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang.

Adanya gagasan ini dikarenakan munculnya penemuan-penemuan teknologi, difusi inovasi teknologi mutakhir yang diukur dari jumlah pengguna internet. Mengiringi kualitas IPTEK tersebut, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci yang prioritas, khususnya kalangan anak muda.

“Di era globalisasi saat ini, hampir semua orang di dunia menggunakan internet untuk berbagai kebutuhan, seperti belajar, belanja online, aktivitas perbankan, transportasi dan sebagainya. Untuk itu tak dapat dipungkiri, kita tidak terlepas dari yang namanya internet,” kata Meutya Hafid, Selasa (13/2).

Meutya mengajak dan memotivasi ratusan santri/wati agar tetap semangat mengejar cita-cita yang mereka idamkan, serta pantang menyerah. Sebab semua butuh kerja keras, keuletan, gigih. Jika kalah mencoba lagi, gagal mencoba lagi.

“Karena memang semuanya butuh proses yang tidak mudah, perlu waktu untuk mewujudkannya,” ucap wakil ketua komisi I DPR RI fraksi Golkar Dapil Sumut I, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi, itu.

Ditambahkan Meutya, dengan berkembang pesatnya teknologi informasi saat ini, jangan dijadikan sebagai ajang merusak diri sendiri dan orang banyak dengan membuka konten-konten negatif.

“Internet itu sebenarnya tergantung kepada penggunanya, jika digunakan untuk menambah ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang banyak, tanpa merusak moral generasi penerus bangsa, maka internet itu amat sangat bermanfaat dan membantu kita untuk menjadi lebih mudah. Namun, jika sebaliknya maka akan menjadi bumerang untuk kita sendiri maupun orang banyak,” pungkasnya.

Rapat dengar pendapat ini diikuti oleh santri/wati, staf pendidik dan pimpinan pondok pesantren. Dalam sambutan penutupnya, Syahid Marqum selaku pimpinan pondok pesantren Mawaridussalam mengucapkan terima kasih.

“Kami senang Ibu Meutya Hafid berkunjung dan berbagi ilmu, memotivasi dan pengalaman di pesantren kami. Mudah-mudahan ibu tidak bosan untuk berkunjung ke pesantren kami ini,” tutup Syahid.

(hers/rzp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar