Merindukan Alunan Keroncong Deli Rama di Medan

Merindukan Alunan Keroncong Deli Rama di Medan

Saat seorang penyanyi melantunkan sebuah lagu di Penang Corner, Kamis (28/4)

(rzp/csp)

Jumat, 28 April 2017 | 16:55

Analisadaily (Medan) - Musik keroncong mengalun merdu pada Kamis (27/4) malam di Penang Corner, sebuah cafe yang menawarkan suasana tenang dan damai yang beradad di Jalan Dr Mansyur, Medan.

Sekelompok musisi keroncong yang menamakan dirinya Keroncong Deli Rama ini berhasil memukau 80-an pengunjung yang sedang menyeruput kopi Dolok Sanggul.

Keroncong Deli Rama diperkuat Erlan (gitar), Soleh (bass), Fahrum (okulele 1), Cak Mail (okulele 2), Beduk (cello), Rashid (keyboard), Hidayat (biola) dan juga ada penyanyinya yakni Pujiono, Wage, dan Hanifa Karim.

Pada saat itu, ada sepuluh lagu yang menarik, diantaranya Kenangan Kasih, Sampul Surat, Keroncong Bakti, Senyuman Candra, Carole, Bengawan Solo, Semalam di Cianjur, Bintang Jatuh (Hari Kiamat).

Senar gitar Erlan yang membuka hampir setiap lagu berhasil mencuri perhatian pengunjung yang beragam usia. Begitu juga dengan betotan bas Soleh yang berpadu dengan alat musik lainnya juga menambah suasana malam menjadi lebih syahdu. Bahkan, beberapa pengunjung tertarik menyumbangkan suaranya.

Eddy Ikhsan dan Kusnadi Oldani, misalnya. Keduanya berduet menyanyikan lagu Semalam di Cianjur dan Bintang Jatuh. Kehadirannya di panggung yang dibuat secara sederhana juga disahuti dengan tepuk tangan riuh.

Lain lagi dengan Fatwa yang menyanyikan lagu Juwita Malam. Ketiganya bernyanyi setelah Wak Wage menyanyikan lagu Sampul Surat, dan Keroncong Bakti. Menyusul Senyuman Candra dan Carole yang dibawakan secara apik oleh Hanifah Karim.

Selepas bernyanyi, perbincangan pun dimulai. Ada pengunjung menginginkan agar pentas musik keroncong di Penang Corner tidak hanya sekali. Dengan pementasan dua kali sebulan atau sekali sebulan. Tujuannya, untuk kembali memasyarakatkan musik keroncong.

"Menikmati musik keroncong bukan monopolinya orang-orang tua, anak muda juga bisa menikmatinya. Di musik keroncong ini pun, kita tidak sekedar menikmati alunan musiknya, tetapi juga diajak untuk berkontemplasi dan berintrospeksi," seorang pengunjung.

Kelompok Keroncong Deli Rama tampil dalam acara Jelajah Kopi yang diselenggarakan Kopi Tao dan Mahakarya Indonesia, sebuah acara untuk mengingat kembali sejarah kopi di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara. Selain pementasan musik keroncong, juga digelar coffee cupping kopi Dolok Sanggul yang diikuti beberapa orang jurnalis Medan untuk mengenal kopi Dolok Sanggul.

Dalam acara ini, selain diberikan sajian musik keroncong, pengunjung juga dapat menikmati hidangan khas Penang Corner dan kopi Dolok Sanggul dari Kopi Tao. "Bisa dibilang ini adalah cupping kopi single origin yakni kopi Dolok Sanggul yang pertama kali dibuat di Indonesia," ujar Jimmy Panjaitan dari Kopi tao.

(rzp/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar