Menristekdikti Buka Rakernas 2018 di USU

Menristekdikti Buka Rakernas 2018 di USU

Pemukulan gurdan sembilan tanda dibukanya Rakernas Kemenristekdikti 2018 di USU, Rabu (17/1)

(aa/eal)

Rabu, 17 Januari 2018 | 13:26

Analisadaily (Medan) - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) 2018 yang berlangsung di Universitas Sumatera Utara (USU) pada 16-17 Januari, resmi dibuka oleh Menristekdikti, Muhammad Nasir, Rabu (17/1).

Nasir dalam sambutannya mengatakan, Rakernas ini mengambil topik tentang Revolusi Industri keempat (4.0). Menurutnya, topik ini sangat berkembang yang secara global menyentuh langsung sendi kehidupan.

"Bahkan dampaknya dapat dilihat dan dirasakan langsung, transformasi dari sistem manajemen dan tata kelola, serta manajemen yang ada ke arah sistem informasi yang lebih baik," kata Nasir.

Nasir menambahkan, hal ini semua berkaitan dengan pendidikan tinggi yang diharapkan ke depannya bisa dikembangkan menjadi i-learning sehingga persiapan selanjutnya adalah SDM, khususnya dosen dan para peneliti.

Perekayasa yang inovatif dan adaptif sangat penting kehadirannya serta diharapkan terobosan terkait perkembangan yang bisa mendukung revolusi industri 4.0 dan meningkatkan semua riset-riset.

"Maka dari itu perlunya dukungan dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di seluruh Indonesia, serta lembaga riset yang ada di bawah Kemenristekdikti," sebutnya.

"Perbuatan sistem informasi yang maju itu sangat penting. Oleh karena itu nanti sistem penganggaran ke depan atau yang kita laksanakan ini bukan lagi berbasis keaktivitasan, tapi berbasis output. Ini menjadi hal yang sangat penting," tandasnya.

Pembukaan Rakernas ini turut dihadiri tiga menteri lainnya yakni Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dan Menteri PU/PR, Basuki Hadimuljono.

Tidak hanya itu, turut hadir Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi, Walikota Medan, Dzulmi Eldin dan Rektor USU, Runtung Sitepu.

Acara resmi dibuka secara simbolis dengan memukul alat musik kesenian Mandailing, Gordangan Sembilan.

(aa/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar