Menperin: Industri Makanan dan Tenun Semakin Prospektif

Menperin: Industri Makanan dan Tenun Semakin Prospektif

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Senin (17/12)

(rzp/csp)

Senin, 17 Desember 2018 | 12:05

Analisadaily (Riau) - Industri kecil dan menengah di Provinsi Riau menjadi sektor andalan dalam menunjang perekonomian masyarakat. Misalnya, IKM di bidang pengolahan makanan dan kerajinan tenun, hingga saat ini iklim usahanya semakin prospektif dan kompetitif.

“Kami terus memacu IKM tenun di Riau agar bisa lebih tumbuh dan berkembang menjadi sektor unggulan. Sementara makanan telah mampu berkontribusi cukup besar dalam menopang ekonomi daerah,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Senin (17/12).

Catatan Kementerian Perindustrian pada tingkat nasional, IKM makanan dan minuman menyumbang 40 persen terhadap produk domestik bruto secara keseluruhan, dan mampu menyerap tenaga kerja mencapai 42.5 persen dari total pekerja di kelompok IKM.

Saat ini, jumlah IKM lebih dari 4.59 juta unit usaha dengan telah melibatkan sebanyak 10.57 juta orang sebagai tenaga kerjanya. Sedangkan, jumlah sentra IKM tenun yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia mencapai 369 sentra yang menaungi sebanyak 16.971 unit usaha.

Kain tenun sebagai salah satu produk wastra Nusantara andalan, mampu menjadi penyumbang devisa negara yang cukup signifikan. Ini terlihat dari nilai ekspornya pada tahun 2016 yang menembus USD2.6 juta dengan negara tujuan utamanya ke Belanda.

Menperin meninjau gerai Mimie, IKM makanan yang memproduksi Bolu Kemojo, panganan khas masyarakat Pekanbaru.

“Ini salah satu pelaku IKM yang mendapatkan program restrukturisasi mesin produksi dari kami, dengan mendapatkan potongan harga Rp 178 juta,” ujar Airlangga.

Airlangga mengapresiasi langkah Nurlela Sari, pemilik gerai Mimie yang ingin terus berinovasi dan meningkatkan kapasitasnya dengan memakai teknologi terbaru.

“Upaya ini sejalan dengan implementasi Making Indonesia 4.0 yang tengah kita gaungkan,” ucap Airlangga saat meninjau proses produksi.

Lela menyampaikan terima kasih kepada Kemenperin yang telah memfasilitasi program restrukturisasi mesin guna meningkatkan produktivitas usahanya. “Sebelumnya, sehari kami membuat bolu sebanyak 4.000 pcs, dan sekarang bisa menjadi naik tiga kali lipat,” ujar Lela.

Hal tersebut menjadikan dirinya siap menerima pesanan yang banyak karena lebih efisien. Selain itu 10 karyawannya tidak akan merasakan kelelahan.

“Selain ingin produksi dan omzet tinggi, kami juga harus memikirkan yang kerja, karena semuanya perempuan. Mesin ini sangat membantu,” tandasnya.

Di gerai Mimie, satu pcs Bolu Kemojo dihargai Rp 1.500. Uniknya, bolu berbentuk bunga dicetak lebih kecil dari umumnya. Sehingga memudahkan untuk langsung disantap. Rasa serta aroma pandannya begitu menggugah selera.

Bertekstur lembut di dalamnya, sedangkan di luar terasa krispi. Tak heran jika para penikmat kuliner atau wisatawan banyak yang membawa bolu mini ini menjadi buah tangannya.

Erlina, pemilik gerai IKM Tampuk Manggis Tenun Melayu, yang sudah merintis usahnya sejak tahun 2012 mengatakan, awalnya dengan modal Rp2 juta dan 2 orang tenaga kerja, menghasilkan omzet Rp100 ribu per bulan.

Namun, setelah mendapat program bimbingan dan pelatihan, IKM penghasil tenun songket Siak ini mampu meraih omzet Rp200-300 juta per bulan dengan menggandeng sebanyak 50 pengrajin.

“Sebenarnya motif tenun Siak ya itu-itu saja, tetapi saya terus padupadankan untuk memainkan motif,” jelas Erlina.

Dari hasil inovasinya, ditemukan lima motif Tenun Tampuk Manggis terbaru dengan mengambil inspirasi unsur alam. Misalnya, motif variasi bunga cengkeh, bunga kembar siam, dan bunga seroja.

Hasil karya tenun dari para pengrajin binaan Erlina ini banyak diminati konsumen karena terkenal halus, rapi, dan berkualitas.

“Kami memang selektif memilih bahan bakunya. Untuk benang, kami dapat dari Surabaya dan Bandung,” terangnya.

Pada kesempatan itu, turut hadir Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita, juga memuji pelaku IKM tenun. Dia senang terhadap motif produknya yang beragam dan bermutu.

“Tolong carikan motif dan warna yang sama, supaya nanti saya bisa kembaran dengan istri dan anak saya,” ungkapnya.

(rzp/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar