Menpar Arief: Pariwisata Akan Jadi Industri Terbaik

Menpar Arief: Pariwisata Akan Jadi Industri Terbaik

Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam acara wisuda Poltekpar Medan, Kamis (18/7)

(rel/rzd)

Kamis, 18 Juli 2019 | 15:01

Analisadaily (Medan) – Menteri Pariwisata (Menpar) Republik Indonesia, Arief Yahya mengatakan, industri pariwisata akan menjadi industri terbaik. Tidak hanya tingkat regional di Indonesia saja, tetapi di tingkat dunia.

Hal itu dikatakan Menpar Arief di hadapan 363 wisudawan dan wisudawati beserta para orang tua dalam acara wisuda Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan di Hotel Santika Dyandra Premiere.

“Industri apa di Indonesia, yang bisa menyaingi industri pariwisata? Saya pastikan hampir tidak ada,” kata Arief, Kamis (18/7).

Kepada para orang tua wisudawan dan wisudawati Poltekpar Medan, Menpar Arief menyarankan untuk tidak khawatir. Sebab anak-anak mereka yang menimba ilmu di Poltekpar Medan sudah berada di jalan yang benar.

“Dahulu tidak pernah dipertimbangkan pariwisata, tapi sekarang dipertimbangkan. Selamat kepada widuwan dan wisudawati, masa depan cerah segera menanti,” ucapnya.

Menpar Arief optimis, pariwisata juga bisa menjadi penghasil devisa terbesar. Kalau dahulu, ekspor Indonesia nomor satu adalah minyak dan gas atau migas. Lainnya ada yang kecil-kecil disebut non migas. Diyakini, tahun 2020 devisa dari pariwisata menjadi nomor satu di Indonesia.

“Jadi nanti, kalau orang-orang bertanya apa penghasil devisa terbesar Indonesia? Jawabannya adalah, pertama pariwisata dan kedua non pariwisata, termasuk migas di dalamnya,” ujarnya.

Direktur Poltekpar Medan, Anwari Masatip menyampaikan, pihaknya telah merealisasikan formula 3C (Curriculum, Certification, and Centre of Excelent) dalam pengembangan sumber daya manusia untuk para putra dan putri Indonesia.

Kurikulum pendidikan dirumuskan berdasarkan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) dan MRA TP ASEAN (Mutual Recognition Arrengment on Tourism Professionals ASEAN).

“Capaian pembelajaran juga sudah kami selaraskan dengan dengan Global Code of Etic of Tourism by UNWTO,” sebutnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam acara wisuda Poltekpar Medan, Kamis (18/7).

Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam acara wisuda Poltekpar Medan, Kamis (18/7).

Poltekpar Medan telah memperoleh sertifikasi TEDQUAL UNWTO untuk skala internasional dan sertifikasi dari BAN-PT untuk akreditasi kampus dan setiap prodi, ISO 9001:2015 untuk skala nasional.

“Saat ini kita sedang dalam proses untuk medapatkan sertifikasi AIPT untuk institusi. Para pendidik juga telah memperoleh sertifikasi dosen dan kita telah menyiapkan para pendidik untuk mengikuti sertifikasi CHE meningkatkan kualitas SDM,” ungkapnya.

“Sertifikasi dalam bidang pariwisata juga terus kami laksanakan untuk mendukung para mahasiswa masuk ke dalam dunia kerja melalui Lembaga Sertifikasi Profesi P1 Poltekpar Medan,” sambungnya.

Penelitian dan pengabdian masyarakat Poltekpar Medan difokuskan di kabupaten sekitar Kawasan Pariwisata Danau Toba. Pada Oktober 2018, telah dilakukan kegiatan pelatihan dan pengabdian masyarakat sebanyak 14 kelompok dengan lokus kegiatan di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Direktur Poltekpar Medan, Anwari Masatip.

Direktur Poltekpar Medan, Anwari Masatip.

“Ini merupakan salah satu upaya yang dapat kami laksanakan dalam menjalankan tugas Poltekpar Medan sebagai Centre of Excelent untuk mendukung pengembangan Pariwisata Danau Toba. Poltekpar Medan juga menyediakan beasiswa putra daerah,” terang Anwari.

Tema wisuda ‘Qualified and Competitive Graduates In Digital Tourism 4.0 Era’. Artinya, lulusan berkualitas dan kompetitif di era pariwisata digital 4.0. Sebanyak 363 mahasiswa dan mahasiswi diwisuda.

Jumlah itu terdiri dari 37 lulusan Diploma IV dan 326 lulusan Diploma III. Wisudawan terbaik tahun 2019 adalah Letare Ulima dengan IPK 3.57 (Predikat Terpuji) dari Program Studi Manajemen Patiseri (MPI), anak dari Robinson Siregar.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar