Menkumham Yasonna: Pelindungan KI Berperan Dorong Sektor Ekonomi Kreatif

Menkumham Yasonna: Pelindungan KI Berperan Dorong Sektor Ekonomi Kreatif

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H Laoly menyerahkan Surat Pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal asal Bali 'Upacara Adat Ngerebong' kepada Gubernur Bali I Wayan Koster saat Peringatan Hari KI Sedunia ke 19 di Discovery Kartika Plaza, Kuta, Badung, Bali.

(rel/rzd)

Sabtu, 27 April 2019 | 12:32

Analisadaily (Bali) - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly mengapresiasi, tokoh, lembaga, dan Perguruan Tinggi berkontribusi ikut mengembangkan pengetahuan dan pemahaman kekayaan intelektual (KI) di Indonesia, pada peringatan Hari Kekayaan Intelektual se-Dunia yang ke-19.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Lembaga, perguruan tinggi, maupun individu yang konsen terhadap pentingnya pelindungan kekayaan intelektual,” kata Menkumham Yasonna Laoly, dalam Indonesia Intellectual Property Awards (IIPA), diselenggarakan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), di Discovery Kartika Plaza, Kuta, Badung, Jumat (26/4).

Menkumham menjelaskan, pelindungan sistem KI yang baik menjadikan suatu negara untuk bersaing dengan negara-negara lain. Hal itu terbukti dari negara-negara berpredikat maju saat ini. Adalah negara-negara yang sadar dan menghargai betul atas pentingnya KI dalam membangun ekonomi negaranya.

“Pelindungan KI memiliki peran strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi nasional melalui sektor ekonomi kreatif,” ucap Menteri Yasonna.

Seperti disampaikan Direktur Jenderal Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia World Intellectual Property Organization (WIPO) Francis Gurry, saat ini perkembangan ekonomi global adalah berbasis pengetahuan. Sehingga inovasi merupakan mesin pertumbuhan ekonomi yang utama.

Oleh sebab itu, Menkumham Yasonna Laoly mengimbau untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Juga dalam hal inovasi dan kreativitas . Sebab inovasi dan kreativitas tidak bisa lepas dari sistem KI di suatu negara.

“Negara-negara maju, misalnya Jepang, Tiongkok, dan Korea, memanfaatkan kekayaan intelektual sebagai penggerak utama perekonomian negaranya,” ujarnya.

Sekadar informasi, ekonomi sektor aset nilai tak berwujud dari KI rasanya tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Data merujuk dari WIPO menyebutkan, dari sektor manufaktur, modal tak berwujud, seperti merek, desain, dan inovasi teknologi menyumbang rata-rata 30% dari total nilai produk.

Dalam laporan tersebut, WIPO mengambil sampel dari produk ponsel pintar milik Apple dan Samsung, yang mendominasi pasar high-end dengan harga di atas US $400 per unitnya. Maka begitu pentingnya KI dalam menopang perekonomian negara.

Pemerintah melalui DJKI Kemenkumham berupaya terus mendorong inisiatif berbagai pihak untuk mengembangkan kekayaan intelektual, mendorong komersialisasi kekayaan intelektual. “Sehingga menghasilkan keuntungan ekonomis, serta penerapan konsep kekayaan intelektual yang selaras terhadap kekayaan alam Indonesia,” ucap Menteri Yasonna.

Adapun digelarnya penghargaan IIPA diharapakan permohonan paten dihasilkan dari perguruan tinggi ikut meningkat. Supaya menyusul permohonan paten di Indonesia yang saat ini masih didominasi Asing.

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Freddy Harris mengungkapkan, peneliti di Indonesia banyak, tapi belum peduli dengan pendaftaran paten dari hasil penelitiannya. “Jadi adanya penghargaan ini supaya mengingatkan mereka bahwa penelitian ini penting untuk menghasilkan paten yang nantinya digunakan industri untuk menghasilkan nilai ekonomi,” ungkapnya.

Menurut Freddy, KI perlu dilindungi untuk mengangkat perekonomian daerah, di samping mengandalkan potensi alam. Masyarakat di Indonesia juga diimbau ikut peduli atas pelindungan KI. Termasuk juga di daerah Bali yang banyak memiliki potensi KI-nya.

Tak pelak, KI merupakan aset tidak berwujud yang dimiliki oleh pencipta, inventor, ataupun pendesain. Aset atau kekayaan tersebut memerlukan pelindungan dalam bentuk pelindungan KI yang diberikan negara kepada para pencipta, inventor, atau pendesain.

“Bali ini banyak sekali potensi KI-nya. Seperti Merek, Cipta, Indikasi Geografis, KI Komunal yang perlu dilindungi, makanya kita adakan peringatan Hari KI se-Dunia tahun ini di Bali,” ucapnya.

Gubernur Bali Dorong Pelindungan KI Lewat Pergub

Pelindungan hukum yang diberikan atas kekayaan intelektual bukan saja merupakan pengakuan negara terhadap karya intelektual seorang pencipta atau inventor. Melainkan juga akan menumbuhkembangkan pencipta atau inventor untuk meningkatkan kreativitas dalam menciptakan karya terbarunya.

Gubernur Bali I Wayan Koster berkomitmen untuk mendorong industri lokal yang ada di daerahnya, untuk mendapat pelindungan KI melalui Peraturan Gubernur.

“Kami sedang menyusun Peraturan Gubernur, dalam rangka memberikan perlindungan terhadap semua jenis kekayaan intelektual, baik komunal maupun jenis lainnya, agar karya dari masyarakat Bali dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi untuk peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Sebab perekonomian negara yang berkembang tidak lagi mengandalkan sumber daya alam sebagai nilai jual dan pemasukan negara. “Akan tetapi mengandalkan inovasi dan kreativitas melalui industri kreatif yang dapat menjadi salah satu pemasukan negara yang besar,” ujar I Wayan Koster.

Ada beberapa kategori penghargaan IIPA yang diberikan pada ajang ini, yaitu:

- Penghargaan/apresiasi kepada kantor Wilayah dengan Permohonan Desain Industri terbanyak periode tahun 2015 – 2018 yang jatuh kepada Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Jawa Timur dengan jumlah permohonan sebanyak 1.205;

- Penghargaan atas Permohonan Paten Terbanyak Tahun 2018 Kategori Universitas yang diberikan kepada Universitas Diponegoro yang memiliki 99 permohonan Paten.

- Penghargaan atas Permohonan Paten Terbanyak Tahun 2018 Kategori Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) yang jatuh kepada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan jumlah permohonan sebanyak 199;

- Penyerahan Penghargaan/ apresiasi Permohonan Desain Industri Terbanyak Tahun 2018 Kategori Universitas yang diberikan kepada Universitas Telkom yang memiliki 45 permohonan;

- Penyerahan Penghargaan/ apresiasi Permohonan Desain Industri Terbanyak Tahun 2018 Kategori Konsultan KI yang jatuh kepada Yenni Halim dengan jumlah permohonan sebanyak 174;

- Penghargaan Asosiasi yang berperan aktif dalam melakukan Sosialisasi Undang-undang Hak Cipta dan Kebijakan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) yang diberikan kepada Asosiasi Pengusaha Rumah Bernyanyi Keluarga Indonesia (APERKI);

- Penghargaan kepada Pengguna Pembayar Royalty Teraktif kategori Perusahaan Ritel yang diberikan kepada PT. Indomarco Prismatama (Indomaret);

- Penghargaan kepada Pengguna Pembayar Royalty Teraktif kategori Asosiasi yang jatuh kepada Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI).

Selain itu, adapula penyerahan surat pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) asal Bali yaitu Upacara Adat Ngerebong yang diterima langsung oleh Gubernur Bali I Wayan Koster. Dan penyerahan surat pencatatan KIK dari masyarakat Jawa Timur Permainan Sapi Sonok.

DJKI Kemenkumham juga menyerahkan 92 Sertifikat Merek UMKM kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Serta memberikan penghargaan kepada Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Bali atas Inisiasi Membangun 9 Sentra KI di Bali, pada peringatan Hari KI se-Dunia ini.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar