Menko Luhut: Pelabuhan Kuala Tanjung Diharapkan Tekan Biaya Logistik

Menko Luhut: Pelabuhan Kuala Tanjung Diharapkan Tekan Biaya Logistik

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, meninjau Pelabuhan Kuala Tanjung. (FOTO: Istimewa).

(rel/rzd)

Minggu, 3 Maret 2019 | 12:54

Analisadaily (Kuala Tanjung) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, meninjau Pelabuhan Kuala Tanjung milik Pelindo 1 yang berada di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Sabtu (2/3) kemarin.

Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) telah melakukan kegiatan ekspor perdana sebanyak 205 TEUs menggunakan Kapal Wan Hai 505 pada 27 Desember 2018. Kemudian pada 14 Februari 2019, KTMT melakukan kegiatan pengapalan ekspor yang membawa muatan 261 TEUs menggunakan Kapal Wan Hai 507.

Komoditas ekspor berupa turunan CPO yang diangkut menggunakan Kapal milik Wan Hai Lines dengan ukuran panjang (LoA) 268 meter, berbobot 50.000 GT berkapasitas 4.500 TEUs yang melayani rute direct call intra Asia India menuju China.

Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mengapresiasi kesiapan operasional Pelabuhan Kuala Tanjung dengan fasilitas kepelabuhanan yang lengkap.

“Kedalaman Pelabuhan Kuala Tanjung mencapai 16-17 meter LWS (Low Water Spring) yang bisa disandari kapal-kapal besar. Dengan pengoperasian pelabuhan diharapkan mampu menekan biaya logistik, sehingga terciptanya efisiensi,” kata Luhut.

“Dengan penurunan biaya logistik nantinya, bisa berdampak pada penurunan harga barang-barang sekitar 35-55%. Selain itu, di pelabuhan ini juga bisa disandari cruise yang mampu membawa 3.000-5.000 wisatawan yang bisa mendorong pariwisata Indonesia, khususnya di daerah Sumatera Utara,” jelas Luhut.

Saat ini, KTMT telah dilengkapi dengan fasilitas kepelabuhanan yang lengkap dan modern dengan didukung sistem IT yang terintegrasi. Guna meningkatkan layanan kepada pengguna jasa dan meningkatkan kecepatan proses bongkar muat, KTMT akan dilayani Container Crane bertenaga listrik dengan kapasitas 45 Ton dan mampu meng-handle container dengan kapasitas 20 feet, 40 feet hingga 45 feet.

KTMT berkapasitas 600 ribu TEUs ini juga dilengkapi dengan dermaga 500x60 m, trestle sepanjang 2,8 km untuk empat jalur truk selebar 18,5 m serta dilengkapi rak pipa 4 line x 8 inch.

Terminal Multipurpose Kuala Tanjung juga didukung berbagai sarana dan prasarana infrastruktur bongkar muat modern dan canggih antara lain 3 unit Ship to Shore (STS) Crane, 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal, dan 2 unit MHC serta Terminal Operating System (TOS) Peti Kemas maupun curah cair.

Pada tahap awal, KTMT yang dikelola oleh PT Prima Multi Terminal, perusahaan patungan antara Pelindo 1, PT Pembangunan Perumahan, dan PT Waskita Karya ini diharapkan bisa melayani ekspor hingga 600 kontainer setiap minggunya.

Sudah ada sejumlah perusahaan berlokasi di KEK Sei Mangkei, diantaranya Unilever, Wilmar, PT Domas Agrointi Prima (Bakrie Group), Permata Hijau Group (PHG), dan P&G yang telah berkomitmen untuk melakukan ekspor dengan tujuan ke China, India, dan negara-negara di Asia melalui Pelabuhan Kuala Tanjung. 

Pengiriman komoditas melalui Pelabuhan Kuala Tanjung menawarkan integrasi antara moda angkutan laut dan angkutan berbasis rel sehingga akan meningkatkan efisiensi serta menekan emisi karbon.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menambahkan, kunjungan ini bertujuan untuk memastikan fasilitas-fasilitas yang ada di Pelabuhan Kuala Tanjung berjalan dengan baik, sehingga dengan pengoperasian pelabuhan ini sebagai hub internasional mampu melakukan percepatan kegiatan ekspor.

“Dengan pengoperasian Pelabuhan Kuala Tanjung ini diharapkan mampu mempercepat perekonomian daerah, khususnya Sumatera Utara serta menekan biaya logistik nasional,” terang Syahputera Sembiring, Direktur Operasi dan Komersial Pelindo 1.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar