Menjadi Tim Sukses, Dewan Pers: Segera Mundur Sebagai Wartawan

Menjadi Tim Sukses, Dewan Pers: Segera Mundur Sebagai Wartawan

Surat Edaran Dewan Pers

(rel/csp)

Jumat, 19 Januari 2018 | 10:48

Analisadaily (Jakarta) – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018 dan Pemilihan Umum Legislatif serta Presiden 2019, Dewan Pers mengeluarkan surat edaran tentang posisi media dan imparsialitas wartawan dalam Pilkada.

“Kepada wartawan yang memilih maju menjadi calon Kepala Daerah, calon Wakil Kepala Daerah, calon Legislatif ataupun menjadi anggota tim sukses partai, tim sukses pasangan calon untuk segera non-aktif sebagai wartawan dan mengundurkan diri secara permanen,” kata Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo.

Lanjutnya, menjadi Kepala Daerah, atau Wakil Kepala Daerah, atau tim sukses, sesungguhnya seorang wartawan telah memilih untuk berjuang guna kepentingan politik pribadi atau golongannya. Padahal, tugas utama wartawan itu adalah mengabdi pada kebenaran dan kepentingan publik.

“Karena itu, ketika wartawan memutuskan menjadi caleg, calon DPD, atau tim sukses, yang bersangkutan telah kehilangan legitimasi untuk kembali pada profesi jurnalistik,” tambah Yosep, dalam surat edarannya dengan nomor 01/SE-DP/I/2018.

Dikeluarkannya surat edaran ini tidak lepas dari pengaduan yang masuk ke Dewan Pers terkait keterlibatan sejumlah media dan wartawan. Sehubungan dengan itu, ia kembali menegaskan peran pers dalam rangka menjamin kemerdekaan pers dan untuk memenuhi hak masyarakat mendapatkan informasi yang berkualitas dan adil.

Adapun peran yang dimaksud sesuai UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pers nasional melaksanakan perannya mengembangkan pendapat umum, berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar.

Melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum. Serta memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

“Selain itu, ada kewajiban bagi setiap wartawan agar selalu bersikap independen dengan memberitakan peristiwa atau fakta sesuai suara hati nurani dan menghasilkan berita yang akurat, yaitu dapat dipercaya benar sesuai keadilan obyektif ketika berita terjadi,” sambung Yosep.

Ia juga memaparkan butir deklarasi Hari Pers Nasional 2014 di Bengkulu, yang berbunyi pers Indonesia harus bisa menjadi wasit dan pembimbing yang adil, menjadi pengawas yang teliti, dan seksama terhadap pelaksanaan Pilkada, dan tidak justru sebaliknya. Menjadi pemain yang menyalahgunakan ketergantungan masyarakat terhadap media.

Sebelumnya, seruan yang sama juga sudah pernah disampaikan melalui surat edaran Dewan Pers No.2/SE-DP/II/2014 tentang independensi wartawan dan pemuatan berita iklan politik di media massa.

(rel/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar