Meningkat, Kejahatan Transnasional Jadi Perhatian Polda Sumut

Meningkat, Kejahatan Transnasional Jadi Perhatian Polda Sumut

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Irjen Pol Agus saat menggelar konferensi pers catatan akhir tahun di Mapolda Sumut, Kamis (27/12)

(jw/csp)

Kamis, 27 Desember 2018 | 18:49

Analisadaily (Medan) - Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto menyampaikan, sepanjang 2018, pihaknya menangani hingga 6.375 tindak pidana pada kejahatan transnasional. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya.

"Jumlah kejahatan transnasional meningkat dari tahun 2017 yaitu 6.255 kasus. Sementara tahun ini ada sekitar 6.375 kasus," kata Irjen Pol Agus saat menggelar konferensi pers catatan akhir tahun di Mapolda Sumut, Kamis (27/12).

Dalam kejahatan transnasional tersebut, lanjutnya, jumlah tertinggi ada pada kasus narkotika. Pada 2017 sebanyak 5.897 kasus dan itu meningkat di 2018 dengan jumlah 5.926 kasus.

"Sedangkan jumlah penyelesaian tindak pidananya, di 2017 sebanyak 5.621 kasus dan 2018 ada 5.066 kasus. Kejahatan transnasional ini menjadi perhatian kita," sambungnya.

Lebih lanjut Kapolda menuturkan, kasus penyelundupan, pada tahun 2018 ada 11 kasus atau turun dari tahun 2017 dengan 34 kasus. Kemudian kasus traficking ada 5 kasus atau turun dari 9 kasus di tahun lalu, maupun hatespeech 15 kasus atau naik dari 3 kasus pada 2017.

"Kemudian penyalahgunaan senjata dan bahan peledak, pada 2018 terdapat 24 kasus atau turun dari tahun lalu yang hanya 39 kasus. Cyber Crime, mengalami kenaikan dari 273 kasus di 2017 menjadi 394 kasus di 2018," tuturnya.

Masih kata Agus, khusus kasus terorisme, pihaknya tidak ada menangani kasus tersebut dari 2017 sampai 2018. " Polda Sumut tidak ada menangani tidak pidananya," ungkap Kapolda.

Kapolda menambahkan, selain kasus transnasional, Polda juga menyampaikan penanganan kejahatan yang dilakukan terhadap kekayaan negara. Tahun ini penanganan kasus korupsi menurun dari tahun sebelumnya.

"Kita mencatat ada 34 kasus 2017 dan itu turun menjadi 28 kasus di 2018. Sementara, kasus ilegal logging tercatat ada 22 kasus naik dari tahun sebelumnya yaitu 16 kasus," tambahnya.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar