Mengenal Lebih Jauh Tuhan dari Probolinggo

Mengenal Lebih Jauh Tuhan dari Probolinggo

(dtc)

Sabtu, 29 Agustus 2015 | 09:08

detikNews - Probolinggo, Kakek bernama Tuhan (60) ini jadi perbincangan di Probolinggo, Jawa Timur, karena keunikan namanya. Seperti apa sosoknya?

detikcom mengunjungi Tuhan di rumahnya yang sederhana di Desa Lambang Kuning, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (28/8/2015). Dia menyambut dengan ramah.

Tuhan mengenakan kemeja lengan pendek warna hijau, dipadu celana training warna hitam. Dia juga memakai peci warna hitam di kepalanya.

Meski usianya lebih dari setengah abad, Tuhan masih terlihat bugar. Tubuhnya yang setinggi 165 cm juga tampak masih kekar.

Tuhan sehari-hari bekerja sebagai petani kebun. Dia juga bekerja sampingan membuat batako tradisional yang dia kerjakan di halaman rumahnya.

Duduk di sebuah kursi plastik warna hijau, Tuhan terlihat akrab bersama 2 dari 3 cucunya. Dia kemudian memperlihatkan kartu tanda penduduk (KTP)-nya kepada wartawan.

Di KTP itu, terbukti bahwa namanya memanglah Tuhan. Di situ tertulis dia kelahiran Probolinggo, pada 1 Juli 1955. Masa berlaku KTP-nya berakhir pada 1 Juli 2017.

Suami dari Nari ini mengaku namanya itu tak menjadi beban. Dia mengatakan, nama tersebut merupakan pemberian kedua orangtuanya. Selama hidupnya, dia mengaku tidak pernah dapat hal yang aneh-aneh karena menyandang nama tersebut.

"Nama itu yang diberikan kedua orangtuaku dulu," ucap Tuhan kepada wartawan. Tuhan tak menampik dirinya kerap menjadi perbincangan warga di Probolinggo karena namanya. Meski begitu, dia tak mempermasalahkan.

Sunanik, anak sulung Tuhan, juga berpendapat senada. Dia tak masalah dengan nama ayahnya meski jadi perbincangan masyarakat sekitar tempatnya tinggal.

"Saya rasa itu tidak bermasalah, karena bagaimana pun sebuah nama yang diberikan orangtua itu adalah karunia," ucap Sunsanik.

Sebelumnya, ada pria bernama Tuhan (42) asal Banyuwangi, Jawa Timur, yang menghebohkan dunia maya. Dia seorang tukang kayu yang biasa membuat perabotan rumah tangga. Belakangan karena keunikan namanya itu, dia banyak dapat undangan berangkat ke Jakarta untuk syuting di televisi.

Kehebohan nama Tuhan di Banyuwangi ini telah direspons Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur. Mereka mengimbau agar Tuhan ganti nama karena berbagai alasan, salah satunya bisa menyebabkan munculnya salah kaprah.

Meski begitu, Tuhan tak mau mengganti nama. Menurutnya, nama Tuhan pemberian orangtuanya dan tentu ada berkah tersendiri buatnya menyandang nama itu. (hri)
 

 

Tags :

#Tuhan #Nama

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar