Mendagri: e-KTP Bagai Jeruk yang Banyak Ulat, Itu Sedang Dibersihkan KPK

Mendagri: e-KTP Bagai Jeruk yang Banyak Ulat, Itu Sedang Dibersihkan KPK

(dtc)

Selasa, 11 November 2014 | 11:54

detikNews - Semarang, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, mengibaratkan proyek e-KTP bagai buah jeruk yang banyak ulat atau permasalahan. Ulat-ulat itu kini sedang dibersihkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama sebulan.

Hal itu diungkapkan Tjahjo sebelum mengisi Sosiaisasi Pelaksanaan Undang-undang Nomor 6, Undang-undang Nomor 22, dan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Serta Pengelolaan Keuangan Daerah di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang.

"e-KTP itu bagai buah jeruk yang ternyata banyak ulatnya. Ulat-ulat itu yang sedang dibersihkan KPK, saya mundur. Silakan KPK, kami akan bantu penuh," kata Tjahjo sebelum mengisi Sosiaisasi Pelaksanaan Undang-undang Nomor 6, Undang-undang Nomor 22, dan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Serta Pengelolaan Keuangan Daerah di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Selasa (11/11/2014).

Ia mengatakan proses pembuatan e-KTP akan dihentikan sementara selama satu bulan dan akan kembali berjalan awal bulan Desember."Satu bulan kita stop dulu dan evaluasi perangkat lunaknya, perangkat kerasnya, blankonya sudah sampai belum, chipnya bagaimana, pemahaman masyarakat di bawah bagaimana," papar Tjahjo.

Tjahjo berusaha mempercepat sisa 4,8 juta e-KTP yang belum rampung. Meski demikian tidak ingin kinerja KPK menyidik permasalahan e-KTP jadi terganggu. "Ini problem yang 4,8 juta, blankonya belum ada. Tapi ada yang sedang ditangani KPK," tegas Tjahjo.

"Per 1 Desember dilanjutkan, sebulan ini menghilangkan luka-luka yang ada," imbuhnya.

Hari Senin (10/11) kemarin Tjahjo Kumolo sudah berkonsultasi dengan KPK soal e-KTP saat melaporkan harta kekayaannya ke kantor lembaga antikorupsi itu. Diketahui hingga saat ini, kasus e-KTP ini baru menjerat satu tersangka, yakni Sugiharta yang menduduki posisi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Proyek e-KTP ini menggunakan anggaran negara sebesar Rp 6 triliun. (alg)

 

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar