Memperkenalkan Keunikan Budaya Samosir Melalui Sigale Gale Carnival 2019

Memperkenalkan Keunikan Budaya Samosir Melalui Sigale Gale Carnival 2019

Sigale Gale Carnival 2019 di Samosir (Sumber Foto: Situs resmi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kemepar.go.id)

(rel/rzd)

Selasa, 11 Juni 2019 | 14:46

Analisadaily (Samosir) - Ketua Pelaksana Calendar of Event (CoE) 2019 Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti mengatakan, selama ini sigale-gale menjadi identitas budaya masyarakat Samosir, Sumatera Utara (Sumut).

Melalui Sigale Gale Carnival 2019 di Samosir, menjadi ajang untuk mempromosikan keunikan budaya masyarakat Batak kepada wisatawan. Carnival mengangkat tema ‘The BeaSamosiruty of Ulos parade’ tersebut diharapkan bisa memperkaya atraksi wisata di wilayah Danau Toba dan sekitarnya.

“Kemasyuran namanya patut menjadi sebuah simbol kebesaran budaya Batak Samosir, terlebih karnaval ini juga selalu mengangkat kain ulos yang juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari budaya Batak,” kata Esthy, dilansir dari situs resmi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kemepar.go.id, Selasa (11/6).

Dijelaskannya, karnaval ini juga menampilkan patung sigale-gale raksasa. Meski berukuran besar, patung ini mampu menari mengikuti irama gondang. Puluhan peserta fashion show juga ikut meramaikan karnival.

“Kekayaan budaya menjadi sebuah atraksi yang mampu menarik wisatawan. Apalagi karnaval ini dikemas bersamaan saat momen libur Lebaran. Dengan itu nuansa libur Lebaran makin luar biasa di Samosir,” sebutnya.

Hal tersebut menjadi penting untuk semakin mengangkat pariwisata Danau Toba. Karena atraksi merupakan cara efektif untuk mempromosikan destinasi pariwisata. Konsepnya selalu sama, yaitu 3A.

Sigale Gale Carnival 2019 di Samosir (Sumber Foto: Situs resmi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kemepar.go.id)

Sigale Gale Carnival 2019 di Samosir (Sumber Foto: Situs resmi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kemepar.go.id)

“Aksesnya baik, amenitasnya baik lalu didukung dengan atraksi yang berstandar global untuk mengundang wisatawan datang,” ucapnya.

“Danau Toba ini telah didukung dengan akses yang sangat baik dengan adanya Bandara Internasional Silangit. Amenitasnya juga mumpuni. Tinggal terus digenjot atraksi wisata seperti Sigale Gale Carnival ini,” lanjutnya.

Bupati Samosir Rapidin Simbolon menyebut, Sigale Gale Carnival menjadi momentum mengangkat kekuatan budaya Samosir. Jelas atraksi budaya menjadi magnet yang sangat luar biasa bagi wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara.

Sigale Gale Carnival 2019 di Samosir (Sumber Foto: Situs resmi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kemepar.go.id)

Sigale Gale Carnival 2019 di Samosir (Sumber Foto: Situs resmi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kemepar.go.id)

“Banyak wisatawan mancanegara yang juga hadir di karnaval ini. Ada dari Malaysia, Taiwan, Swiss, Jerman, dan sebagainya. Ini momentum untuk memanjakan mereka dan menjadi sebuah cerita berkesan sekembali mereka ke negaranya masing-masing,” sebutnya.

Direktur Pemasaran Pariwisata Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Basar Simanjuntak menambahkan, Sigale Gale Carnival merupakan bentuk penguatan pariwisata Kabupaten Samosir di bidang seni budaya.

“Sebagaimana kita tahu, dan sering diutarakan Menpar Arief Yahya, budaya yang merupakan magnet pariwisata semakin dilestarikan maka semakin menyejahterakan,” ungkapnya.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar