Membaca Modal Utama Membuat Tulisan Berkualitas

Membaca Modal Utama Membuat Tulisan Berkualitas

Pembinaan dan pengembangan minat baca

(rel/rzd)

Rabu, 24 Juli 2019 | 20:38

Analisadaily (Medan) - Membaca adalah modal utama untuk membuat tulisan yang berkualitas. Dengan membaca siswa memiliki banyak perbendaharaan kata dan pengetahuan. Untuk membaca tentunya harus ada sumbernya, seperti buku dan tempat sumber buku paling banyak salah satunya di perpustakaan.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan memahami pentingnya buku untuk siswa. Maka, siswa diajak untuk datang ke perpustakaan. Selain itu, tentunya dari membaca ditingkatkan program melalui menulis.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan, Maya Fitriani, diwakili Sektretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemko Medan, Siti Wiridiyah, didampingi Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Wahyuni, dan Kepala Seksi Pengembangan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Jhonny Marbun, di Aula Dinas Perpustkaaan dan Kearsipan Kota Medan, Jalan Iskandar Muda.

Di kegiatan ini, selain dilatih menulis siswa juga dikenalkan perpustakaan. Siswa sebelum dilatih menulis cerita diberi kesempatan untuk melihat, bahkan membaca koleksi yang ada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemko Medan. Buku yang dibaca diharapkan bisa menjadi awal pengetahuan mereka dan referensi untuk menulis cerita pendek.

“Saya berharap setiap siswa dan siswi bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini. Menggali lebih banyak lagi pengetahuan tentang perpustakaan, mengenal banyak buku dan manfaat dari membaca buku,” katanya, Rabu (24/7).

Diharapkan, dengan adanya pembinaan dan pengembangan minat baca akan memberikan wadah pada siswa/siswi untuk menambah pengetahuan, dan dapat berkreasi di usia remaja sekarang.

Siswa dilatih menulis cerita (Ist)

Siswa dilatih menulis cerita (Ist)

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Wahyuni, dan Kepala Seksi Pengembangan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Jhonny Marbun, menambahkan, kegiatan diikuti 10 sekolah, masing-masing sekolah mengirim 30 siswa dan setiap sekolah akan dipilih 5 siswa yang memiliki karya terbaik. Nantinya karya tersebut akan dibukukan menjadi kumpulan cerita siswa SMP se Kota Medan.

"Karya siswa akan menjadi koleksi perpustakaan Pemko Medan dan perpustakaan sekolah. Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari," terangnya.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar