Meletus 65 Kali, Status Gunung Anak Krakatau Tetap Waspada

Meletus 65 Kali, Status Gunung Anak Krakatau Tetap Waspada

Gunung Anak Krakatau tampak menyemburkan asap, Kamis (12/7) (BNPB/Sutopo Purwo Nugroho)

Kamis, 12 Juli 2018 | 13:35

Analisadaily (Lampung) – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Provinsi Lampung, meletus sebanyak 56 kali dengan tinggi kolom abu bervarasi 200 meter hingga 1.000 meter, Rabu (11/7).

Letusan disertai lontaran abu vulkanik, pasir dan suara dentuman. Secara visual pada malam hari teramati sinar api dan guguran lava pijar. Hembusan 141 kejadian dengan durasi 20-172 detik.

Sebelumnya, Selasa (10/7) Gunung Anak Krakatau meletus 99 kali dengan hembusan tercatat 197 kali dengan durasi 16-93 detik. Letusan disertai suara dentuman sebanyak 10 kali yang menyebabkan kaca pos pengamatan gunung bergetar.

“Letusan ini sesungguhnya berlangsung sejak 18 Juni 2018. Ada pergerakan magma ke luar permukaan sehingga terjadi letusan. Namun demikian status Gunung Anak Krakatau tetap Waspada (level 2). Tidak ada peningkatan status gunung,” kata Kepala Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Dalam pesan elektronik, Sutopo menyampaikan, bahkan status Waspada ditetapkan sejak 26 Januari 2012 hingga sekarang. Itu artinya aktivitas vulkanik di atas normal, sehingga letusan dapat terjadi kapan saja.

“Tidak membahayakan selama masyarakat tidak melakukan aktivitasnya di dalam radius 1 km,” ujarnya.

Penerbangan dan Pelayaran Aman

Tidak hanya itu, Sutopo juga menyampaikan, letusan Gunung Anak Krakatau yang melontarkan abu vulkanik dan pasir, tidak membahayakan penerbangan pesawat terbang. Juga jalur pelayaran di Selat Sunda tetap aman.

“Letusan Gunung Anak Krakatau adalah hal yang biasa. Gunung ini masih aktif untuk tumbuh besar dan tinggi dengan melakukan erupsi,” tambahnya.

Gunung Anak Krakatau baru muncul dari permukaan laut tahun 1927. Rata-rata tambah tinggi 4-6 meter per tahun. Energi erupsi yang dikeluarkan juga tidak besar.

Sangat kecil peluang terjadi letusan besar seperti Gunung Krakatau pada 1883. Beberapa ahli juga mengatakan tidak mungkin untuk saat ini. Jadi tidak perlu dikhawatirkan.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar