Melawan Petugas, Pelaku Curas Ditembak di Amplas

Melawan Petugas, Pelaku Curas Ditembak di Amplas

Pelaku saat diamankan di Mapolsek Patumbak, Selasa (17/1)

(yy/eal)

Selasa, 17 Januari 2017 | 15:43

Analisadaily (Medan) - Seorang pelaku pencurian dengan kekerasan (curas), LN (38), yang menjadikan penumpang angkutan kota di kawasan Terminal Amplas sebagai target,ditembak personel Unit Reskrim Polsek Patumbak di Jalan Sisingamangaraja Simpang Amplas, Kecamatan Medan Amplas Medan.

Sebutir peluru menembus kaki kiri warga kampung Pardomuan Simpang Kawat, Kabupaten Asahan, itu karena berusaha kabur ketika sudah ditangkap petugas.

Kanit Reskrim Polsek Patumbak, AKP Ferry Kusnadi menjelaskan, penangkapan berawal ketika pihaknya mendapat info kalau tersangka yang selama ini dicari sedang berada di Simpang Amplas, tepatnya di Jalan Persatuan.

Mendapat info tersebut, tim Unit Reskrim Polsek Patumbak langsung ke lokasi. Tak ingin buruannya kabur, polisi pun langsung menangkap tersangka yang saat itu membawa tas sandang warna hitam.

Saat digeledah, petugas mendapati sebilah pisau putih gagang besi di dalam tas tersangka yang diduga merupakan alat untuk menodong korbannya. Saat diajak untuk melakukan pengembangan guna menangkap pelaku lainnya, tersangka justru melawan dan berusaha kabur. Akhirnya, petugas pun melepaskan tembakan ke kaki kirinya.

Selanjutnya, petugas memboyong pelaku ke RS Bhayangkara Polda Sumut untuk menjalani perawatan. Seusai menjalani perawatan, petugas menggelandang pelaku ke Mapolsek Patumbak untuk proses lebih lanjut.

"Pelaku kita tangkap berdasarkan laporan yang kita terima, LP No:STPL/51/1/2007/SU/Polrestabes Medan/Sek Patumbak tgl 14 Januari 2017. Dalam melancarkan aksinya, pelaku berjumlah tiga orang. Saat tersangka (Lambok) kita tangkap, kita temukan sejumlah barang bukti, sebilah pisau putih gagang besi, sebuah tas sandang warna hitam, selembar kartu ATM milik korban dan selembar KTP. Waktu mau kita lakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lainnya, tersangka melawan dan berusaha kabur. Makanya kita lumpuhkan," urai Ferry, Selasa (17/1).

Untuk dua tersangka lainnya, sambung Ferry, masih akan terus dikejar. Dari hasil interogasi, lanjutnya, pelaku sudah 10 kali beraksi di dalam angkot.

"Dari hasil interogasi, tersangka mengaku sudah 10 kali melakukan pencurian dengan kekerasan dengan cara menodongkan pisau terhadap penumpang angkot. Untuk tersangka kita kenakan Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman penjara di atas lima tahun," tukasnya.

(yy/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar