Melalui Sidik Jari dan Gigi, Dua Jenazah Korban Kebakaran Teridentifikasi

Melalui Sidik Jari dan Gigi, Dua Jenazah Korban Kebakaran Teridentifikasi

Proses evakuasi korban kebakaran ke RS Bhayangkara Medan

(jw/eal)

Sabtu, 22 Juni 2019 | 17:15

Analisadaily (Medan) - Dua jenazah korban kebakaran pabrik mancis atau korek api gas di Jalan Tengku Amir Hamzah, Dusun IV, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, berhasil diidentifikasi melalui sidik jari dan gigi.

"Sudah ada dua jenazah yang teridentifikasi. Seorang diidentifikasi melalui sidik jadi, seorang lagi melalui gigi. Tapi saya belum bisa paparkan namanya sekarang karena sore ini rencananya akan ada konferensi pers yang dilakukan Kabid Humas Polda Sumut," kata Kabid Dokkes Polda Sumut, Kombes Pol. dr. Sahat Harianja, yang juga Ketua Tim Identifikasi Korban di RS Bhayangkara Medan, Sabtu (22/6).

Informasi dihimpun Analisadaily.com, dua jenazah yang teridentifikasi berjenis kelamin perempuan. Seorang diantaranya berinisial S yang dikenali melalui sidik jarinya.

Sahat menjelaskan bahwa sidang rekonsiliasi untuk mengidentifikasi kedua korban itu sudah dilakukan.

"Rekonsiliasi sepintas sudah kita laksanakan, tapi rekonsiliasi secara garis besar atau umum akan kita laksanakan setelah ini," jelasnya.

Sementara itu Kasubbid Dokkes RS Bhayangkara Medan, AKBP drg. Johari Ginting, menyatakan hanya satu korban yang dapat diambil sidik jarinya sehingga hanya dia yang teridentifikasi melalui data primer tersebut.

"Korban lain tidak dapat diambil sidik jarinya," terangnya.

Karena sidik jari dan data sekunder korban sulit diidentifikasi, tim DVI kini fokus pada pemeriksaan gigi dan DNA.

Sejauh ini keluarga 29 dari 30 korban sudah melaporkan data antemortem kerabatnya ke Pos DVI. Dari jumlah itu baru 13 korban yang telah diambil sampel DNA keluarganya.

Pemeriksaan DNA memerlukan waktu minimal satu minggu untuk mendapatkan hasilnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa kebakaran itu terjadi pada Jumat (21/6) sekitar pukul 12.00 WIB hingga menyebabkan puluhan pekerja meninggal dunia.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar