Medan Diguncang Gempa 2 Kali, Masyarakat Diimbau Tenang

Medan Diguncang Gempa 2 Kali, Masyarakat Diimbau Tenang

Peta yang menunjukkan gempa bumi tektonik dengan kekuatan M=2,2 mengguncang wilayah Medan dan sekitarnya untuk kedua kalinya pada Minggu (22/9) malam.

(jw/rzd)

Senin, 23 September 2019 | 10:02

Analisadaily (Medan) - Gempa bumi tektonik dengan kekuatan M=2,2 mengguncang wilayah Medan dan sekitarnya untuk kedua kalinya pada Minggu (22/9) malam. Gempa pertama terjadi pada sore hari dengan dengan kekuatan M=2,8.

Dari Hasil analisis BMKG menunjukan, gempa bumi terjadi pada pukul 22.43 WIB dengan kekuatan M=2.2. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3.39 LU dan 98.58 BT, tepatnya di 23 Km Utara Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara pada kedalaman 2 Km.

"Ditinjau dari kedalaman hiposenter, gempa bumi ini merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal yang menyebabkan terjadi deformasi batuan, sehingga memicu terjadinya gempa bumi," kata Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan, Edison Kurniawan, Senin (23/9).

Edison menjelaskan, berdasarkan informasi warga, intensitas guncangan gempa bumi tersebut dirasakan di Medan II-III MMI.

"Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan kerusakan maupun korban," jelasnya.

Terkait dengan peristiwa gempa bumi di Medan yang terjadi pukul 22.43 WIB kemarin, Edison menambahkan, hingga laporan yang disusun pada pukul 23.09 WIB, pihaknya terima sudah terjadi 2 kali gempa bumi.

"Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi BMKG serta arahan dari BPBD," tambah Edison.

Untuk diketahui bahwa dari hasil analisis BMKG gempa bumi tektonik yang pertama mengguncang wilayah Medan dan sekitarnya dengan kekuatan M=2,8 terjadi pada pukul 17.05 WIB.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3.62 LU dan 98.74 BT, tepatnya di darat 16 Km Barat Laut Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara pada kedalaman 5 Km. Ditinjau dari kedalaman hiposenter, gempa bumi tersebut merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal yang menyebabkan terjadi deformasi batuan, sehingga memicu terjadinya gempa bumi. 

(jw/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar