Mayoritas Korban Kebakaran Pabrik Mancis Adalah Ibu Rumah Tangga

Mayoritas Korban Kebakaran Pabrik Mancis Adalah Ibu Rumah Tangga

Proses evakuasi korban kebakaran ke RS Bhayangkara Medan, Jumat (21/6)

(jw/eal)

Jumat, 21 Juni 2019 | 17:11

Analisadaily (Langkat) - Korban kebakaran sebuah rumah yang dijadikan sebagai pabrik korek api gas di Jalan Tengku Amir Hamzah, Dusun IV, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Jumat (21/6), umumnya merupakan ibu rumah tangga (IRT).

Dari informasi yang diperoleh Analisadaily.com, puluhan korban meninggal dunia adalah ibu rumah tangga yang bekerja di pabrik tersebut. Ketika kebakaran terjadi mereka sedang bekerja sehingga terjebak dalam pabrik.

"Kalau tidak salah, pekerja pabrik itu ada 20 orang. Karena pekerjanya sebagian besar adalah ibu rumah tangga, jadi mereka ada yang membawa anaknya," kata warga sekitar, Dewi.

Sementara informasi yang diperoleh di TKP menyebut kebakaran itu berawal dari ledakan tabung gas. Akibatnya api muncul dan menyambar rumah tersebut. Api langsung membesar dan tidak terkendali. Puluhan pekerja pun tak sempat keluar.  Akibatnya mereka terjebak dalam kobaran api dan tewas terpanggang.

Masyarakat yang melihat kebakaran itu langsung heboh dan panik. Ratusan warga pun memenuhi sekitar pabrik dan berusaha membantu memadamkan api.

Api baru bisa dipadamkan setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemko Binjai dan dua unit dari Pemkab Langkat diturunkan ke lokasi kejadian.

Pasca padamnya api, terlihat pemandangan yang sangat menyayat hati. Sebab puluhan jenazah tampak bergelimpangan dalam keadaan hangus. Mayoritas pekerja berasal dari Desa Sambirejo. Namun ada juga yang berasal dari Stabat dan Binjai.

Setelah api dipadamkan, petugas BPBD dan pihak kepolisian langsung melakukan evakuasi terhadap korban untuk dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumatera Utara di Jalan Wahid Hasyim, Medan, untuk dilakukan autopsi.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar