Masyarakat Sudah Rasakan Kerja Nyata Jokowi

Masyarakat Sudah Rasakan Kerja Nyata Jokowi

Presiden Jokowi di Kota Serang, Banten (Ist-net)

(rel/eal)

Selasa, 26 Maret 2019 | 15:41

Analisadaily (Banten) - Tidak sampai satu bulan atau sekitar 22 hari lagi, masyarakat Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi lima tahunan, Pemilihan Umum (Pemilu).

Berbeda dengan Pemilu sebelumnya, pelaksanaan Pemilu kali ini serentak untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) serta Pemilihan Legislatif (Pileg).

Kedua calon pasangan presiden dan wakil presiden, yakni pasangan nomor urut 01 Joko widodo-KH Ma'ruf Amien dan pasangan nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mulai menggelar kampanye terbuka pada 24 Maret 2019 kemarin.

Hari pertama kampanye terbuka, Capres petahana Jokowi mengawalinya di Provinsi Banten. Selain berdasarkan undian yang ada, dipilihnya tanah jawara sebagai lokasi pertama kampanye terbuka disebabkan Banten memiliki banyak sejarah, mulai dari pemerintahan kerajaan-kerajaan di Banten, serta tempat kelahiran Kiai Ma’ruf Amin di Tangerang.

"Kita pilih di Banten karena hasil undian tanggal 24 kita dapat zona B, dan di dalamnya ada Banten. Tentu saja ini momentum yang sangat baik bagi pak Jokowi dan Ma’ruf Amin untuk memulai di sebuah tempat yang dalam konteks kesejarahan itu begitu luar biasa," kata Hasto Kristiyanto, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN), di Posko Cemara, Jakarta Pusat.

Persaingan suara antara Jokowi dan Prabowo kini berselisih tipis di Provinsi Banten. Prediksi itu diperoleh dari hasil beberapa penelitian lembaga survei baru-baru ini. Padahal sebagai gambaran, tahun 2014 silam perolehan suara pasangan Jokowi-JK sebesar 42,90 persen, sedangkan pasangan Prabowo-Hatta mencapai 57,10 persen.

Wakil Ketua TKD Provinsi Banten, Wawan Irawan menganggap, tipisnya selisih hasil survei pasangan 01 dan 02 itu disebabkan adanya perubahan nyata yang dirasakan masyarakat Banten selama periode pertama kepemimpinan Jokowi. Terutama infrastruktur jalan, waduk, dan jembatan gantung penghubung.

"Semua perubahan itu dirasakan langsung masyarakat Banten. Maka nya kami tak heran, jika banyak hasil survei kini mengungkap bahwa perolehan suara 01 melesat, dan kini hanya selisih tipis dengan 02," ucap Wawan, Selasa (26/3).

Dikatakan Wawan, masyarakat tentu memiliki tingkat kepuasan sendiri dalam kepemimpinan Jokowi selama ini. Sehingga dia berkeyakinan, jika rakyat tak mau mengalihkan kepuasan itu kepada calon lainnya dalam ajang Pilpres 17 April nanti.

"Masyarakat kalau sudah puas, yakin dengan kinerja seseorang, pengalamannya, prestasinya, Insha Allah tak akan berpaling. Tentu kita juga berharap, hoax dan fitnah yang terus menyerang Pak Jokowi segera dihentikan," jelasnya.

Sejalan dengan pernyataan Jokowi tentang kepemimpinan, Menurut Wawan, Indonesia memang tak boleh dipimpin oleh mereka yang tidak memiliki pengalaman tentang itu. Karena risikonya, konsep pembangunan yang sudah berjalan bisa jadi terbengkalai atau dirubah sekali.

"Kalau kepercayaan itu diserahkan kepada sosok yang belum memiliki pengalaman, maka risikonya bisa fatal bagi kemajuan bangsa ke depan," imbuhnya.

Masih kata Wawan, jika dilihat dari rekam jejaknya, maka Jokowi bisa dibilang memiliki pengalaman memimpin, dari daerah hingga kancah nasional. Dimulai dari menjadi Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga 4,5 tahun belakangan menjadi Presiden Republik Indonesia.

"Pengalamannya ada. Jadi saya coba kembali tegaskan disini, jika mencari sosok pemimpin yang tepat bagi Indonesia ke depan, maka pilihlah yang berpengalaman," tandasnya.

(rel/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar