Ma'ruf Amin: Kisruh Papua Jangan Sampai Merusak Persatuan Bangsa

Ma'ruf Amin: Kisruh Papua Jangan Sampai Merusak Persatuan Bangsa

Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih, KH Ma'Ruf Amin di Medan, Kamis (29/8)

(jw/rzd)

Kamis, 29 Agustus 2019 | 16:52

Analisadaily (Medan) - Suasana mencekam di Papua masih terus terjadi. Kericuhan terjadi di sela aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Waghete, Kabupaten Deiyai, Papua, Rabu (28/8) kemarin. Dalam peristiwa tersebut memakan korban jiwa.

Informasi diperoleh Analisadaily.com, seorang prajurit TNI gugur terkena anak panah dan beberapa personel kepolisian mengalami luka-luka.

Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih, Ma’ruf Amin mengatakan, masalah tersebut harus diselesaikan dengan cara-cara yang lebih humanis. Semua pihak harus bisa menahan diri, sehingga tidak menimbulkan masalah lebih besar.

"Kita punya kesepakatan nasional untuk saling toleransi menjadi suatu bangsa yang satu sama lain, saling menghormati dan santun. Kembali kepada pokok, karena itu kalau ada kesalahan satu dua orang kita selesaikan, tapi jangan merusak dan persatuan Indonesia jangan terganggu," kata Ma’ruf Amin usai kunjungannya ke Kantor Majelis Ulama Indonesia Kota Medan, Jalan Nusantara, Kamis (29/8).

Ma'ruf Amin juga menjelaskan, cara-cara penyelesaian masalah dengan melakukan kekerasan atau bahkan merusak dan mengintimidasi, bukanlah ciri bangsa Indonesia.

"Sejak dulu, Indonesia memiliki kesepakatan bersama untuk saling toleransi menjadi satu bangsa, yang satu sama lain saling mengormati," jelasnya.

Menurut Ma'ruf Amin, empat konsensus nasional atau empat pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Pancasila, Undangan-Undang Dasar (UUD) dan Bhineka Tunggal Ika. Atas kesepakatan tersebut Indonesia dibangun.

"Saya pikir kita jangan sampai keluar dari kesepakatan nasional itu. Jangan keluar dari empat pilar kebangsaan," ucapnya.

Ma'ruf Amin juga berpesan agar seluruh masyarakat lebih bijak dalam menanggapi masalah ini. Jangan sampai, masalah ini kian besar yang justru mengancam keutuhan bangsa.

"Pada intinya kita saling menghormati. Jangan sampai merusak persatuan bangsa," pungkas Ma'ruf Amin yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia itu.

(jw/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar