Mantan Pejabat Dispora Sumut Jadi Tersangka Kasus Suap Proyek

Mantan Pejabat Dispora Sumut Jadi Tersangka Kasus Suap Proyek

Foto tersangka kasus suap proyek di Dispora Sumut, Sujamrat

(jw/eal)

Kamis, 11 Juli 2019 | 19:03

Analisadaily (Medan) - Penyidik Ditkrimsus Polda Sumatera Utara menetapkan satu orang tersangka dalam kasus korupsi pekerjaan renovasi lintasan Sirkuit Tartan Atletik Pusat Pelatihan Pelajar (PPLP) Provinsi Sumatera Utara di Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut tahun anggaran 2017.

Kasubid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, mengatakan bahwa tersangka dalam kasus ini, Sujamrat (58), warga Jalan Budi Pembangunan III, No 1-F, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.

"Dia diketahui bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di Dinas Pemuda dan Olahraga Provsu terkait pekerjaan renovasi tersebut," kata Nainggolan, Kamis (11/7).

Nainggolan menjelaskan dalam kasus ini, berdasarkan hasil audit BPKP negara dirugikan Rp 1,5 miliar. Kerugian ini timbul karena tersangka selaku KPA dalam penyusunan harga perkiraan dan spesifikasi teknis tidak melakukan survey melainkan hanya harga perkiraan sendiri dan spesifikasi teknis diperoleh dari Deddy Oktavardian selaku Direktur PT Pajajaran Multicon Indonesia.

"Pengerjaan proyek ini diawali dari adanya alokasi pagu anggaran sebesar Rp 4,7 miliar ke Dinas Pemuda dan Olahraga untuk renovasi sirkuit yang terletak di PPLP Sumut," jelasnya.

Dalam perjalanannya, proyek ini dimasukkan dalam sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan mendapat penawaran dari dua perusahaan yakni PT Tamarona Putri Masro (TPM) dengan penawaran Rp 4 miliar dan PT Rian Makmur Jaya (RMJ) dengan penawaran Rp 4,6 miliar.

"Namun pemenangan ditetapkan adalah PT RMJ yang dalam evaluasi seharusnya gugur karena tidak melampirkan bukti kepemilikan daftar peralatan utama yang dibutuhkan," terang Nainggolan.

Meski sudah terindikasi melanggar aturan, pengerjaan tetap berlangsung. Pada tanggal 27 Juli 2017, Sujamrat menandatangani kontrak bersama Junaedi selaku Direktur PT RMJ dengan nilai Rp 629,4 juta.

"Dalam pemeriksaan untuk mendapatkan proyek tersebut diduga adanya pemberian uang sebesar Rp 673,3 juta oleh Deddy Oktavardian kepada Sujamrat selaku Kuasa Pengguna Anggaran. Sedangkan Junaedi selaku direktur PT RMJ hanya menandatangani dokumen pekerjaan," pungkas Nainggolan.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar