Mantan Bupati Batubara OK Arya Didakwa Terima Suap Rp 8 Miliar Lebih

Mantan Bupati Batubara OK Arya Didakwa Terima Suap Rp 8 Miliar Lebih

Mantan Bupati Batubara OK Arya menjalani persidangan di PN Medan, Senin (5/2).

(jw/rzd)

Senin, 5 Februari 2018 | 17:14

Analisadaily (Medan) - Mantan Bupati Kabupaten Batubara, OK Arya Zulkarnain, didakwa telah melakukan tidak pidana korupsi untuk memperkaya diri sendiri dengan melakukan gratifikasi atau suap proyek di Dinas PUPR Kabupaten Batubara mencapai Rp 8 miliar lebih.

Hal itu tertuang dalam dakwaan Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain OK Arya Zulkarnain, turut didakwa mantan Kadis PUPR Kabupaten Batubara, Helman Herdadi‎, dan Sujendi Tarsono alias Ayen sebagai pengumpul uang suap.

"Terdakwa OK Arya Zulkarnain menerima uang sejumlah Rp 8.055.000.000 atau setidak-tidaknya sekitar jumlah itu melalui ‎Helman Herdadi dan Sujendi Tarsono alias Ayen," kata Penuntut Umum KPK, Ariawan Agustiartono‎ di hadapan majelis hakim diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo, di ruangan Utama Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (5/2).

Ariawan menjelaskan, uang suap senilai Rp‎ 8 miliar lebih itu berasal dari Syaiful Azhar dan Marigan Situmorang, serta sejumlah pengusaha atau rekanan. Uang tersebut untuk memuluskan mendapatkan sejumlah proyek di Dinas PUPR Kabupaten Batubara tahun 2016-2017 lalu.

Penuntut Umum KPK juga mengungkapkan, Helman Herdadi‎ dalam dakwaan di Pengadilan Tipikor Medan memperoleh uang suap dari Syaiful Azhar sebesar Rp 80 juta. Uang tersebut, diberikan untuk mendapatkan atau memenangkan proyek pengerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Batubara.

"Pasal 11 atau Pasal 12 ayat a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP," ungkap Ariawan.

Pada sidang sebelumnya, Marigan Situmorang dan Syaiful Azhar, dalam kasus ini masing-masing dituntut Penuntut Umum KPK dengan hukuman selama 3 tahun penjara dan denda Rp ‎100 juta, subsider 6 bulan kurungan penjara.

Untuk diketahui dalam kasus ini, terdakwa Bupati Batubara non-aktif, OK Arya Zulkanarnain bersama Marigan Situmorang, Syaiful Azhar, Sujendi Tarsono alias Ayien dan Kadis PUPR Helman Herdadi, ditangkap KPK dalam operasi Tangkap Tangan ( OTT ) pada 13 September 2017. Mereka diamankan di sejumlah tempat di Kabupaten Batubara dan Kota Medan.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar