Mahasiswa Unimed Ciptakan Bantal Cantik Anti Insomnia

Mahasiswa Unimed Ciptakan Bantal Cantik Anti Insomnia

(Istimewa)

(rel/rzd)

Minggu, 16 Juni 2019 | 17:53

Analisadaily (Medan) – Produk inovasi dan kreatif diciptakan oleh lima orang mahasiswa Universitas Negeri Medan. Diberi nama Bantal Cantik Anti Insomnia, mereka menggunakan limbah kulit nanas sebagai bahan dasar.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Nurhikmah Weisdiyanti, Kiki Santoso, Riri Syavira, Liza Karina Otvyanda Pohan, dan Rionaldo Tamba. Kelimanya berasal dari beberapa jurusan, dan berhasil menciptakan mesin yang mampu mengolah daun nanas.

“Kulit nanas kami jadikan sebagai bahan baku tekstil yang diolah menjadi bantal, dan bermanfaat bagi kesehatan. Kami beri nama Bantal Cantik Anti Insomnia,” kata Ketua Tim Penelitian, Nurhikmah, Minggu (16/6).

Dijelaskan Nurhikmah, penelitian berawal karena dirinya seorang anak petani nanas. Dirinya sering membantu orang tuanya di kebun nanas. Kemudian Nurhikmah melihat, banyak limbah daun nanas yang terbuang sia-sia.

Berangkat dari situasi tersebut, kemudian mereka mencoba membuat limbah kulit nanas menjadi hal yang bermanfaat. Mereka berhasil melihat karakteristik nanas, terutama nanas dari Sipahutar cocok untuk bahan baku tekstil.

“Nanas yang digunakan dalam penelitian adalah nanas dari Sipahutar karena seratnya halus dan kuat. Nanas jenis ini cocok dijadikan bahan baku tekstil, dan dikembangkan menjadi kain, tali juga isian bantal,” jelasnya.

Nurhikmah menyebut, pernah bertanya kepada petani nanas Sipahutar. Ternyata para petani tersebut kewalahan dengan limbah daun nanas, meski sebagian sudah dibakar dan dijadikan pupuk. Tetapi daun nanas juga masih melimpah.

“Saya dan tim berusaha membantu para petani dengan memberikan edukasi,daun nanas memiliki potensi sebagai bahan baku tekstil, bahkan juga bisa dijadikan isian bantal,” sebutnya.

“Kesulitan untuk membuat serat yang dihasilkan bagus atau tidaknya tergantung alat, dan juga proses pengeringannya yang membutuhkan waktu cukup lama,” lanjutnya.

Nurhikmah menerangkan, Bantal Cantik Anti Insomnia ditambahkan aromaterapi. Isiannya terbuat dari serat nanas agar lebih empuk, dan pemakai bantal lebih mudah tidur. Terutama untuk yang sulit tidur atau insomnia.

Penelitian dilakukan mulai awal April hingga Juni 2019. Hasil penelitian rencananya akan dikomersilkan, namun bukan mahasiswa yang menjalankan, melainkan para petani sebagai mitra yang menjalankannya.

“Karena memang penelitian ini bertujuan untuk memberikan manfaat kepada petani,” terangnya.

Saat ini penelitian tersebut sedang mengikuti lomba Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang merupakan program karya dan kegiatan ilmiah yang diselenggarakan Kemenristekdikti. Jika lolos maka akan dibiayai oleh Ristekdikti.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar