Mahasiswa UMSU Edukasi Kaum Ibu Kelola Limbah Aren Jadi Kompos

Mahasiswa UMSU Edukasi Kaum Ibu Kelola Limbah Aren Jadi Kompos

Mahasiswa program studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara melaksanakan sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat, Selasa (9/7)

(rzp/csp)

Selasa, 9 Juli 2019 | 17:42

Analisadaily (Medan) - Mahasiswa program studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara melaksanakan sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat.

Sosialisasi kali ini menyasar kaum ibu-ibu dengan pengupas buah aren di Desa Sei Limbat, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. PKM dilaksanakan di tempat pengolahan buah aren yang diproduksi menjadi kolang kaling.

"Kegiatan ini dihadiri tokoh masyarakat, Rusli, biasa dipanggil Pak Ade, yang juga salah satu pemilik usaha pengolahan buah aren menghasilkan kolang kaling," kata Dosen Pendampingi Tim PKM UMSU, Mailina Harahap, Selasa (9/7).

Sementara Tim PKM diketuai Nurleli, dan anggota masing-masing Alvin Nugroho (, Baor Rizki Sipahutar. Nurleli menyebut, ini sebagai Program Kreativitas Mahasiswa 5 Bidang yang didanai Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi setelah proses seleksi proposal.

"Tim PKM Pengabdian Kepada Masyarakat turun langsung menemui ibu-ibu pengupas buah aren ini, selanjutnya dikenal dengan Tim KUBA," sebutnya.

Diterangkan Nurleli, munculnya ide untuk membuat kegiatan ini setelah memperhatikan banyak limbah kulit buah aren yang terdapat di pengolahan kolang kaling, yang belum dimanfaatkan secara optimal.

"Limbah tersebut dibiarkan mengalami penguraian secara alami. Apabila pasokan buah aren yang akan diolah banyak, tidak jarang limbah kulit buah aren dibakar. Dii satu sisi, pemanfaatan limbah kulit buah aren dapat dijadikan sebagai sumber tambahan pendapatan untuk ibu-ibu pengupas buah aren," terangnya.

Tim PKM UMSU juga melakukan sosialisasi program dengan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pegolahan limbah kulit buah aren menjadi pupuk kompos. Pengolahan limbah kulit buah aren menjadi kompos menggunakan bahan tambahan berupa kotoran sapi, sekam padi, gula putih dan cairan EM4.

Sebagaimana diketahui, ketersediaan kotoran sapi dan sekam padi banyak terdapat di Kecamatan Selesai. Pembuatan pupuk kompos menggunakan waktu 3 sampai 4 minggu.

"Dengan penguraian secara alami kulit buah aren, memakan waktu 2 sampai 3 bulan karena tekstur kulit buah aren yang keras," ucap Nurleli.

Sambutan Bagus

Kegiatan ini disambut bagus tokoh masyarakat. Pak Ade sangat mendukung program, mulai Tim KUBA turun mengenal lokasi dan mitra PKM, sampai program berikutnya, seperti sosialisasi program, serta penyuluhan dan pelatihan, juga kegiatan pendampingan.

Adanya program PKM ini memberikan hasil yang dicapai berupa manfaat sosial, yaitu adanya transfer ilmu pengetahuan kepada para ibu pengupas kulit buah aren dan manfaat ekonomi, yaitu adanya peningkatan pendapatan ibu-ibu pengupas kulit buah aren.

Kegiatan transfer ilmu pengetahuan dalam pengolahan pupuk kompos diterima dengan baik ibu-ibu dengan senang hati. Tak lupa selesai kegiatan dan penyuluhan ibu-ibu pengupas buah aren mengucapkan terima kasih kepada Tim KUBA.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Tim KUBA dan UMSU, serta pihak-pihak terkait," sebut Ade.

(rzp/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar