Mahasiswa Perlu Mengetahui Potensi Kelautan Indonesia

Mahasiswa Perlu Mengetahui Potensi Kelautan Indonesia

Kuliah Umum di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) dengan tema ‘Melalui GEMASATUKATA Kita Wujudkan Penyediaan Pangan Sehat Untuk Peningkatan Gizi Masyarakat’, Rabu (25/4).

(rel/rzd)

Kamis, 26 April 2018 | 00:35

Analisadaily (Medan) - Generasi muda seperti mahasiswa yang akan menjadi calon pemimpin bangsa ke depan diminta untuk mengetahui lebih mendalam potensi hasil laut Indonesia dan ikut menjaganya.

“Potensi laut Indonesia besar, dan kalau tidak dijaga, maka tidak akan memberi manfaat,” kata Kepala Pusat Karantina Ikan, Riza Priyatna saat memberi Kuliah Umum di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) dengan tema ‘Melalui GEMASATUKATA Kita Wujudkan Penyediaan Pangan Sehat Untuk Peningkatan Gizi Masyarakat’, Rabu (25/4).

Diungkapkannya, Indonesia dikenal dan diakui memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan. Pemerintah sendiri juga terus mengeluarkan berbagai kebijakan untuk melindungi hasil laut, antara lain dengan tegas menangkap dan membakar kapal-kapal ikan yang mencuri hasil laut.

“Tidak hanya itu, Pemerintah juga mendorong pengembangan industri pengolahan hasil laut dan termasuk budidaya perikanan,” ungkapnya.

Dekan Fakultas Pertanian USU, Hasanuddin, memberi apresiasi SKPM Medan II yang menggelar kuliah umum bagi mahasiswa Fakutas Pertanian USU. Menurutnya, kuliah umum diharapkan bisa menambah pengetahuan mahasiswa tentang potensi kelautan yang besar.

“Sehingga merasa terpangil untuk menjaga dan terjun ke usaha di sektor itu. Sebab, isu dunia akan menghadapi kerawanan pangan bisa tidak terjadi, khususnya di Indonesia kalau potensi hasil pangan seperti sektor perikanan dikelola dengan baik,” sebutnya.

Diterangkannya, untuk pengelolaan yang baik, perlu pemahaman tentang potensi oleh sumber daya manusia yang baik pula. “Kerawanan pangan, termasuk energi bisa terjadi kalau salah mengelola potemsi yang tersedia,” terangnya.

Hasanuddin menegaskan, kalau warga Indonesia tidak bisa mengelola potensi yang ada, maka siap-siaplah menerima kedatangan asing. “Kalau asing datang, maka Indonesia bukan lagi sebagai produsen, tetapi konsumen. Diharapkan mahasiswa menyadari hal itu sepenuhnya,” tegasnya.

Kepala SKIPM Medan II, Edi Santoso juga mengatakan, Kuliah Umum yang merupakan program Goes to Campus itu merupakan salah satu kegiatan SKIPM Medan II dalam memperingati Bulan Bakti yang digelar secara nasional.

Sebelum Goes To Campus, SKIPM Medan II melakukan banyak kegiatan seperti Goes to Market, yang dilakukan untuk sosialisasi ke pengusaha sebelum memberlakukan sertifikasi cara penanganan ikan yang baik (CPIB) di pasar modern, yang menjual hasil ikan untuk melindungi konsumen.

“CPIB diperlukan untuk menjamin, bahwa ikan yang dijual di pasar modern layak untuk dikonsumsi,” tandasnya.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar