Maha Karya Adibusana Nusantara Merambah Pasar Kanada

Maha Karya Adibusana Nusantara Merambah Pasar Kanada

Duta Besar RI untuk Kanada, Dr. Teuku Faizasyah, Rabu (1/8)

(hers/csp)

Rabu, 1 Agustus 2018 | 16:42

Analisadaily (Kanada) - Sebanyak 30 orang model berperawakan tinggi asal Kanada berjalan lenggak-lenggok di panggung catwalk sepanjang 20 meter. Memamerkan beragam busana nusantara, di Horticulture Building, Lansdowne Park, Ottawa, Kanada.

Mereka menjadi sorotan utama dalam pagelaran Festival Indonesia 2018 sebagai ajang promosi dagang, pariwisata, dan investasi tahunan, yang diselenggarakan KBRI Ottawa.

Festival yang mengusung tema “Indonesian Fashion in Ottawa” dibuka secara resmi oleh Duta Besar RI untuk Kanada, Dr. Teuku Faizasyah, dan Walikota Ottawa, Mr. Jim Watson, tanggal 27 Juli 2018.

Dalam sambutannya, Teuku Faizasyah, berharap penyelenggaraan festival mampu membuka peluang masuknya busana tradisional maupun rancangan modern nusantara ke pasar Kanada.

“Selain itu, acara ini juga diharapkan dapat terus mempromosikanIndonesia agar semakin dikenal luas oleh warga Kanada,” ujar Teuku Faizasyah dihadapan para tamu undangan.

Pada pagelaran Festival Indonesia ke-12 ini, KBRI Ottawa secara khusus menyoroti industri fashion Indonesia yang diharapkan mampu membantu industri fashion Indonesia merambah pasar Kanada.

Salah satu busana nusantara di pasarkan di Kanada

Salah satu busana nusantara di pasarkan di Kanada (KBRI)

Teuku Faizasyah menyebutkan, sebanyak 15 perancang busana Indonesia yang berbasis di Jakarta, Bali, Montreal, New York dan Chicago turut berperan aktif dalam promosi busana nusantara.

Sederet nama brand fashion Indonesia, seperti Entin Gartini, Handi Hartono, Joko SSP, Batik Kartini, Gee Batik, Amdiskastara, My Nuclo, Avy Loftus, Be Management, Monchie Batik, By Vero, Ning Zulkarnain, Sekar Kedaton, Alleira & Bellena, dan LuTro.

“Seluruh pakaian khas nusantara diperagakan 30 orang model di atas catwalk, setelah melalui proses seleksi ketat oleh KBRI Ottawa,” tambah Teuku Faizasyah.

Produk Pertanian

Walikota Ottawa, Mr. Jim Watson, merasa bangga atas peran aktif KBRI Ottawa dalam mempromosikan seni budaya tradisional Indonesia bagi masyarakat Ottawa dan Kanada.

“Kegiatan promosi seni, budaya dan pariwisata ini dinilai mampu menjembatani saling pemahaman atas kekayaan dan keberagaman budaya di antara kedua negara,” kata Mr. Jim.

Festival Indonesia 2018 juga turut mempromosikan produk agrikultur dan kuliner nusantara, yang melibatkan Indofood, PTPN VIII, serta komunitas masyarakat Indonesia di Ottawa.

Salah satu produk Indonesia di pasarkan di Kanada

Salah satu produk Indonesia di pasarkan di Kanada (KBRI)

“Para pengunjung menikmati kuliner khas nusantara, seperti rendang, satay, ketoprak, nasi uduk, siomay, bahkan teh botol sosro. Semua itu dinikmati sembari melihat penampilan peragaan busana dan seni budaya Indonesia di panggung utama Festival,” ujarnya.

Komunitas Indonesia yang tinggal menetap di Ottawa dan Montreal serta mahasiswa Papua yang tengah menimba ilmu di sejumlah perguruan tinggi di Toronto juga menampilkan kemahirannya dalam bermain musik dan tarian tradisional Indonesia.

Kedelapan, masih kata Teuku Faizisyah, mahasiswa Papua tampil membawakan beberapa lagu, salah satunya yakni Aku Papua, sedangkan pelajar Indonesia lainnya menampilkan Tari Saman.

Hingga hari terakhir, 29 Juli 2018, panitia mencatat ada 4000 pengunjung yang hadir dan menikmati beragam kegiatan Festival Indonesia 2018. Mulai dari peragaan busana nusantara, penampilan seni tari dan musik tradisional serta kuliner hingga jajan pasar khas Indonesia.

(hers/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar