Lulusan Poltekpar Medan Diharapkan Kelola Danau Toba

Lulusan Poltekpar Medan Diharapkan Kelola Danau Toba

Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya dalam Wisuda XXI Poktekpar Medan, Kamis (18/7)

(rzp/csp)

Kamis, 18 Juli 2019 | 19:27

Analisadaily (Medab) - Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya mengharapkan, para lulusan Politeknik Pariwisata Medan menjadi pebisnis dan pengelola profesional industri pariwisata di destinasi pariwisata Danau Toba.

"Danau Toba ditetapkan Presiden Joko Widodo sebagai satu di antara 4  destinasi super prioritas yang akan dikembangkan menjadi Bali Baru, dan menjadi destinasi pariwisata kelas dunia," kata Menpar Arief dalam Wisuda XXI Poktekpar Medan, Kamis (18/7).

Dijelaskannya, destinasi pariwisata Danau Toba nantinya akan menjadi destinasi pariwisata kelas dunia. Di sana akan banyak berdiri hotel dan resort  internasional. Para lulusan Poltekpar Medan diharapkan akan menjadi general manager-nya.

"Kalianlah yang akan memenangkan persaingan di era digital tourism 4.0," ujarnya.

Menpar Arief Yahya menuturkan, Presiden Joko Widodo telah menetapkan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP). Kemudian dari 10 DPP tersebut ditetapkan 4 DPP super prioritas, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Untuk mempercepat terwujudnya rencana tersebut, oemerintah mengalokasikan dana Rp 6,4 tmTriliun, dan Danau Toba sekitar Rp 1,6 Triiun, untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan unilitas di kawasan wisata tersebut.

"Kini mulai banyak invesor yang masuk ke Toba. Dalam waktur dekat ada 7 hotel dan resort di sana," ucapnya.

Danau Tiba sebagai destinasi pariwisata kelas dunia harus miliki unsur utama 3A, yaitu Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas berkelas dunia. Untuk atraksi Danau Toba menjadi UNESCO  Geopark, aksesibilitas ke Toba memiliki Bandara Internasional Silangit.

"sSedangkan amenitas kini mulai masuk investor hotel dan resort internasional, yang dalam waktu dekat akan berdiri  7 hotel di sana," ungkapnya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, lulusan Poltekpar Medan merupakan generasi yang dipersiapkan memasuki  persaingan di era digital tourism 4.0, ditandai dengan dominasi kaum milenial yang 100% sudah digital.

Digital tourism 4.0 di industri pariwisata ditandai dengan 51 persen wisatawan mancanegara (wisman) yang datang atau inbound ke Indonesia kaum milenial. Mereka dalam melakukan  aktivitas pariwisata (search, book, and pay) 70 persen menggunakan media sosial.

"Kalianlah yang siap menghadapi persaingan di era Digital Tourism 4.0," sebutnya.

Menpar Arief menegaskan kepada para  wisudawan dan wisudawati, disiplin ilmu dan keterampilan di bidang pariwisata memerupakan pilihan yang tetap atau on the track, karena industri jasa memiliki tingkat pertumbuhan devisa yang luar biasa.

Pariwisata Indonesia tumbuh signifikan pada Januari-Desember 2018 mencapai 12.58 persen, atau jauh di atas pertumbuhan pariwisata di kawasan regional 7.4 persen dan pariwisata dunia tumbuh 5.6%.

Begitu pula devisa yang dihasilkan tahun ini diperkirakan mencapai US$18 miliar atau berada di ranking teratas mengalahkan CPO.

"Kalau di era tahun 1980-an, kita selalu menyebut penghasil devisa di Indonesia dengan migas dan nomigas, tapi era sekarang kita menyebut dengan pariwisata dan non pariwisata," tegasnya.

Direktur Poltekpar Medan, Anwari Masatip menyatakan, pihaknya mewisuda sebanyak 363 orang mahasiswa dan mahasiswi yang terdiri dari 37 lulusan Diploma IV dan 326 lulusan Diploma III.

"Berdasarkan dari hasil tracer study sebanyak 77% telah bekerja di sektor pariwisata dan sisanya 23% dalam proses menunggu mendapatkan pekerjaaan selama 3,5 bulan ke depan," tutur Anwari.

(rzp/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar