Lontarkan Batu Pijar, Hutan di Puncak Gunung Agung Terbakar

Lontarkan Batu Pijar, Hutan di Puncak Gunung Agung Terbakar

Hutan di sekitar kawasan puncak Gunung Agung tampak terbakar, Senin (2/7) (BNPB/Sutopo Purwo Nugroho)

Senin, 2 Juli 2018 | 22:17

Analisadaily (Bali) – Sejak pagi Gunung Agung mengalami kali erupsi kecil dengan tinggi abu vulkanik sekitar 1.000-2.000 meter. Dan, pada Senin (2/7) malam, tiba- tiba masyarakat sekitar dikejutkan suara ledakan keras yang disertai lontaran batu pijar.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melaporkan, terjadi erupsi Gunung Agung, Bali pada pukul 21:04 WITA dengan tinggi kolom abu 2.000 meter. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi 7 menit 21 detik. Erupsi eksplosif melontarkan batu pijar karena ada tekanan dari dalam kawah.

Sutopo menyebut, sifat magma yang lebih cair dibandingkan letusan tahun lalu menyebabkan lontaran batu pijar mudahnya terjadi. Hutan di sekitar puncak kawah Gunung Agung terbakar sehingga api menyala cukup besar di beberapa bagian.

Sebagaimana yang diterima Analisadaily.com, Sutopu juga menginforasikan, lava pijar dari puncak Gunung Agung ke lereng bagian timur hingga timur laut ke daerah Culik dan Dukuh di Kabupaten Karangasem.

Selain itu juga mengarah ke bagian barat dan selatan. Akibatnya hutan di puncak kawah terbakar cukup luas. Masyarakat sekitarnya langsung melakukan evakuasi mandiri. Turun ke desa-desa yang aman.

“Status Gunung Agung tetap Siaga (level 3) dengan radius berbahaya 4 km dari pincak kawah,” kata Sutopo.

Pantauan satelit Himawari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menunjukkan, sebaran abu vulkanik dominan mengarah ke barat.

Hingga saat ini Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar Bali masih beroperasi normal. Demikian pula bandara di Banyuwangi, Jember dan Lombok.

“Masyarakat dihimbau tetap tenang. Jangan terpancing isu-isu menyesatkan. Gunakan semua informasi terkait kegunungapian dari PVMBG sebagai lembaga yang resmi. Gunung Agung telah dipasang berbagai peralatan sistem peringatan dini dan terus beroperasi,” tambahnya.

Hutan di sekitar kawasan puncak Gunung Agung tampak terbakar, Senin (2/7) (BNPB/Sutopo Purwo Nugroho)

Hutan di sekitar kawasan puncak Gunung Agung tampak terbakar, Senin (2/7) (BNPB/Sutopo Purwo Nugroho)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar