Longsor Ponorogo, Tim SAR Temukan 1 Korban Meninggal Dunia

Longsor Ponorogo, Tim SAR Temukan 1 Korban Meninggal Dunia

Longsor di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (1/4) (BNPB)

(rzp/csp)

Sabtu, 1 April 2017 | 18:43

Analisadaily (Ponorogo) - Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) dibantu relawan dan masyarakat setempat untuk terus melakukan evakuasi korban longsor di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (1/4).

Dalam proses pencarian, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, tim SAR gabungan berhasil menemukan 1 warga dalam kondisi meninggal dunia.

"Material longsoran memanjang dari bukit sekitar 800 meter dan tinggi sekitar 20 meter. 23 rumah kena dampaknya. Ada yang tertimbun, rusak berat dan sebagian rusak," kata Sutopo.

Kronologi kejadian ditandai oleh bunyi gemuruh pada pukul 07.30 WIB. Sebagian masyarakat langsung menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

Kemudian pada pukul 08.00 WIB, longsor terjadi disertai dengan suara gemuruh menerjang 2 RT, yaitu RT 02 dan 03/RW 01. Adapun rumah penduduknya terdiri dari 23 dan ladang masyarakat. Dan jumlah warga sekitar 50 orang.

"Sebagian masyarakat berhasil menyelamatkan diri. 17 orang luka-luka dan dirawat di Puskesmas Pulung," jelasnya.

"Menurut keterangan warga dan BPBD Ponorogo masih ada sekitar 22 orang dan 15 pekerja yang sedang panen jahe tertimbun tanah longsor. 1 korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan diperkirakan 26 korban masih dicari," lanjutnya.

"Sejumlah hewan ternak milik masyarakat diperkirakan ikut tertimbun material longsor," tambahnya.

Sutopo menyebut, tanda-tanda longsor sudah diketahui masyarakat sejak 20 hari yang lalu. Hujan deras menyebabkan munculnya retakan-retakan di perbukitan. Dari peta rawan longsor, Desa Banaran merupakan daerah bahaya tinggi longsor. Sejak adanya tanda-tanda longsor masyarakat sudah mengungsi untuk sementara, tepat di malam hari.

"Pada siang hari kembali ke rumah melakukan aktivitas. Jumat (31/3) malam kemarin terjadi hujan lebat, namun tidak terjadi longsor. Saat Sabtu pagi masyarakat kembali ke rumah terjadi longsor," sebutnya.

BPBD dan aparat telah memberikan arahan kepada masyarakat untuk menjauh dari lokasi longsor, mengingat kondisi tanah masih labil dan kemungkinan bisa terjadi longsor susulan.

Pada pukul 16.00 WIB Team Search And Rescue menghentikan pencarian korban karena hujan. Itu karena kondisi cuaca dan medan yang labil dikhawatirkan dapat menimbulkan longsor susulan.

Saat ini, kebutuhan mendesak dalam pencarian adalah alat berat. Namun akses jalan menuju lokasi terhambat karena jalannya sempit dan sulit.

(rzp/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar