Listrik Padam Saat Puasa, Kinerja PLN Sumut Dinilai Tidak Profesional

Listrik Padam Saat Puasa, Kinerja PLN Sumut Dinilai Tidak Profesional

llustrasi

(jw/eal)

Jumat, 10 Mei 2019 | 22:20

Analisadaily (Medan) - Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Sumatera Utara menegaskan bahwa padamnya listrik saat bulan Ramadan merupakan bukti ketidakprofesionalan PT PLN (Persero).

Sekretaris LAPK, Padian Adi S mengatakan, PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Utara tidak menjalankan manajemen risiko.

"Ya, pemadaman ini merupakan bukti manajemen risiko di PLN Sumut tidak berjalan dengan baik. Karena idealnya manajemen PLN itu sudah bisa mengantisipasi jika kita mengikut alibi mereka yang menyatakan bahwa ada kerusakan gardu induk," kata Padian kepada Analisadaily.com, Jumat (10/9).

"Menurut saya, bahwa ada kerusakan yang terjadi, mestinya kalau berjalan manajemen risiko, pembangkit yang bermasalah itu tidak akan terjadi pada Ramadan ini," sambung Padian.

Menurut Padian, ketidakprofesionalan PLN adalah terlalu mudah menyatakan tidak akan ada pemadaman saat Ramadan. Namun faktanya pemadaman masih terjadi saat Ramadan.

"Bahkan faktanya, hitungan hari sudah terjadi pemadaman. Berarti data yang mereka miliki bahwa pembangkit-pembangkit yang mereka miliki tidak dicek dengan baik sehingga mengeluarkan statement asal-asalan tanpa memiliki data yang lengkap (akurat)," sesal Padian.

Lebih jauh Padian menjelaskan, jika melihat pengelolaan dan perawatan yang ada di pembangkit Pangkalan Susu, Sarula maupun di Belawan, seharus PLN bisa mengecek dengan benar agar tidak ada kelalaian.

"Seharusnya maintenance-nya, spare part yang ada di pembangkit itu kalau bermasalah harus diperiksa sehingga apabila memang ada daya tahan spare part yang tidak begitu kuat harus diperbaiki dan selalu setahun sekali sudah rusak," jelasnya.

"PLN mencari alasan saja dan mengkambing hitamkan pembangkit yang ada di Belawan. Selain itu faktanya, dengan datangnya kapal Turki pembangkit listrik (Marine Vessel) dan pembangkit listrik Sarula, semestinya pembangkit listrik diesel di Belawan itu tidak berfungsi lagi," ujar Padian.

Oleh karena itu, LAPK berharap ke depannya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan tokoh agama harus mewanti-wanti PLN jangan sampai melakukan tindakan yang sama.

"Karena bukan tidak mungkin hal seperti itu memancing kemarahan masyarakat umum. Terutama yang tengah menjalankan ibadah puasa," pungkasnya.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar