Lima Tuntutan Massa Aksi di Gedung DPRD Sumut

Lima Tuntutan Massa Aksi di Gedung DPRD Sumut

Massa dari GNKR Sumatera Utara unjuk rasa di depan Gadung DPRD Sumut, Jumat (24/5)

(jw/eal)

Jumat, 24 Mei 2019 | 18:03

Analisadaily (Medan) - Ribuan massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) Sumatera Utara menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat (24/5) sore.

Dalam aksinya, massa menuntut pengungkapan dan penuntasan kasus kecurangan dalam Pemilu 2019.

Selain menyampaikan tudingan mengenai kecurangan Pemilu, massa juga meminta KPU mendiskualifikasi salah satu pasangan capres/cawapres.

Penasehat GNKR, Heriansyah, dalam orasinya mengatakan bahwa kedatangan mereka merupakan bagian jihad besar untuk menyampaikan kebenaran.

"Kita sampaikan bahwasanya tidak semua orang dapat kalian bungkam, tidak semua hati bisa kalian bayar, ada sekelompok orang yang berani menegakkan kebenaran di depan penguasa yang zalim. Diamnya kita  upuk yang subur munculnya kediktatoran negeri ini," kata Heriansyah dari atas mobil komando.  

Selain itu, dalam aksinya massa juga menyampaikan lima tuntunan, yakni: batalkan keputusan KPU; diskualifikasi paslon capres nomor urut 01; bebaskan tahanan politik, cabut semua laporan terkait UU ITE, UU Makar, UU Pencucian Uang dan lain-lain; investigasi korban pemilu dan penembakan rakyat oleh aparat kepolisian; serta kembalikan kedaulatan rakyat.

"Jika tidak dipenuhi maka kami rakyat dan mahasiswa akan melakukan gerakan reformasi jilid II," ucapnya.

Usai berorasi, massa aksi menjalankan shalat ashar berjamaah. Rencananya mereka akan melakukan aksi hingga selesai shalat tarawih.

Dalam aksi tersebut, para petugas dari TNI dan Polri juga terlihat berjaga di pelataran Gedung DPRD Sumut.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar