Lempar Batu ke Kereta Api Diancam Kurungan 15 Tahun

Lempar Batu ke Kereta Api Diancam Kurungan 15 Tahun

Manager Humas PT. Kereta Api Divisi Regional I Sumatera Utara, Joni Martinus.

Rabu, 11 Januari 2017 | 21:57

Analisadaily (Medan) - Kereta api salah satu moda angkutan yang sangat diminati masyakat luas. Kendaraan jalan rel ini memiliki kelebihan daya angkut massal dengan harga kompetitif, aman, nyaman serta tingkat polusi yang rendah.

Tentunya, diperlukan kepedulian dan keikutsertaan semua lapisan masyarakat untuk sama-sama menciptakan keamanan dan kenyamanan perjalanannya. Sangat ironis dan mengejutkan, sepanjang tahun 2016 terjadi 29 kali pelemparan batu terhadap kereta api.

Manager Humas PT. Kereta Api Divisi Regional I Sumatera Utara, Joni Martinus mengatakan, pelemparan tersebut dilakukan oleh orang tak dikenal, termasuk pelemparan Kereta Api Bandara Kualanamu yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Medan.

“Karena pelemparan batu oleh orang tidak bertanggung jawab tersebut, satu-satunya Kereta Api Bandara di Indonesia telah ternodai,” kata Joni, Rabu (11/1).

Disebutkannya, untuk mengantisipasi aksi yang tidak terpuji itu PT. KAI Divre I Sumut telah melakukan sosialisasi tentang bahaya dan penting-nya bersama-sama menjaga keamanan perjalanan kereta api, terutama kepada masyarakat yang berada di sepanjang jalur.

“Kita juga melakukan patroli keamanan pada lintasan yang dilalui kereta api, tilik lintas, kemudian pengawalan di atas kereta api yang dilaksanakan oleh unit pengamanan internal,” sebutnya.

Ditegaskan Joni, pelaku pelemparan batu ke kereta api bisa diancam hukuman pidana yang diatur dalam Undang-Undang No. 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 180 yang menyebut, setiap orang dilarang menghilangkan, merusak atau melakukan perbuatan yang mengakibatkan rusak dan/atau tidak berfungsinya Prasarana dan Sarana Perkeretaapian.

“Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pasal 194 (1) juga disebutkan, barang siapa dengan sengaja menimbulkan bahaya bagi lalulintas umum yang digerakkan oleh tenaga uap atau mesin lainnya di jalan kereta api atau trem, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun,” terangnya.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar