Lawan Paham Radikal, PB HMI Gelar Seminar Nasional

Lawan Paham Radikal, PB HMI Gelar Seminar Nasional

Kabid Pendidikan, Riset dan Teknologi PB HMI, Hari Wahyudi, memberi sambutan dalam seminar nasional di Mataram, NTB

(rel/eal)

Minggu, 10 Juni 2018 | 09:59

Analisadaily (Mataram) - Aksi radikalisme dan indikasi terorisme mencuat di kalangan kampus. Tentu hal ini mencuri perhatian semua pihak dan membuat masyarakat semakin khawatir dengan kondisi keamanan bangsa ini.

Tim Densus 88 melakukan penggeledahan di Universitas Riau, Sabtu (2/6). Hal ini meninggalkan keprihatinan bagi kalangan mahasiswa karena sudah banyak yang disusupi paham radikal.

Menyikapi hal ini, Pengurus Besar (PB HMI) Bidang Pendidikan, Riset dan Teknologi melaksanakan seminar nasional jilid II di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), sekaligus sebagai tindak lanjut dari seminar sebelumnya di Kota Surabaya.

Kegiatan yang dilaksanakan hari Sabtu (9/6) kemarin mengangkat tema "Pendidikan Karakter Dalam Upaya Menangkal Radikalisme di Kalangan Pemuda".

Hadir dalam kegiatan ini Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Anwar Usman; Dirjen Imigrasi Republik Indonesia, Ronny Franky Sompie; Kapolda NTB, Brigjen Pol Achmat Juri; Kepala BIN NTB, Kepala Imigrasi Kelas 1 Mataram, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, sejumlah akademisi serta Ketua Bidang Pendidikan, Riset dan Teknologi PB HMI, Hari Wahyudi.

"Kami melaksanakan kegiatan seminar nasional di Mataram sebagai bukti perlawanan terhadap terorisme dan paham radikalisme yang terjadi di kalangan pemuda dan mahasiswa," tutur Hari Wahyudi, Minggu (10/6).

"Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pihak lembaga hukum yang ada di Indonesia," lanjutnya.

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, Hari menilai mahasiswa harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi, termasuk maraknya aksi terorisme.

Menurutnya, mahasiswa harus berperan aktif terhadap dinamika kebangsaan yang ada dan harus berani mengambil sikap terkait maraknya aksi radikalisme dan terorisme.

Sementara Andi Ahmad Ridho Utama selaku ketua panitia mengatakan, mahasiswa dan pemuda harus bersikap tegas dengan fenomena yang dialami bangsa Indonesia saat ini.

"Kita tidak boleh takut dengan mereka karena mereka hanyalah hantu gentayangan yang harus kita basmi bersama," tegas Ridho.

Meski PB HMI menyampaikan pandangan tegas terkait aksi radikalisme dan terorisme, namun jika tidak terjalin kerjasama yang baik dengan semua sektor tentu masalah ini tidak akan terselesaikan dengan baik.

"Kami sangat berharap dari kegiatan ini dapat terbangun hubungan yang baik terkhusus kerjasama antara PB HMI dan pihak-pihak yang lain," imbuh Hari Wahyudi.

"Tidak lanjut dari kegiatan ini yaitu memberi dukungan kepada Kapolda NTB untuk memberantas paham radikalisme yang ada di NTB," tukasnya.

(rel/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar