Lakukan Pemerasan, Seorang Pemuda di Batubara Diamankan Polisi

Lakukan Pemerasan, Seorang Pemuda di Batubara Diamankan Polisi

Pelaku diamankan polisi.

(jw/rzp)

Kamis, 9 November 2017 | 16:19

Analisadaily (Batubara) - Seorang pemuda diamankan personil kepolisian Polres Batubara karena melakukan tindak pidana pemerasan terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Dinas PU, Kabupaten Batubara.

Kasat Reskrim Polres Batubara, AKP Zulfikar mengatakan, pelaku bernama Tuah Aulia Fuadi (23). Ia diamankan petugas pada Jumat (3/11) lalu, di sebuah kafe yang berada di Kelurahan Lima Puluh Kota, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara.

"Pelaku kita amankan setelah korbannya membuat laporan terkait tindak pemerasan," kata Zulfikar via seluler kepada Analisadaily.com, Kamis (9/11).

Disebutkan, bahwa modus pemerasan yang dilakukan pelaku dengan menakuti perihal Program Pamsimas dan Sanimas yang tengah ditangani korban. Pelaku mengancam akan melaporkan korban ke Kejaksaan. Bahkan, pelaku mengancam akan mempublikasikan di akun Facebook Petir Batubara.

"Atas ancaman tersebut, korban merasa takut dan cemas sehingga korban langsung melaporkannya ke Satuan Intelkam Polres Batubara," ungkapnya.

Zulfikar menjelaskan, pelaku meminta uang sebanyak Rp 5 juta dengan mengancam korbannya melalui SMS. Korban yang tidak sanggup membayar sebanyak yang diinginkan pelaku mencoba untuk melakukan negosiasi.

"Setelah mereka mendapat kesepakatan, korban hanya mampu memberikan sebanyak Rp 2,5 juta dan keduanya bertemu di kafe yang berada di Lima Puluh Kota. Saat hendak menyerahkan uang pelaku langsung kita amankan dengan barang bukti uang Rp 2,5 juta," jelasnya.

Selain barang bukti uang tunai, petugas juga menyita satu unit ponsel Samsung lipat, satu unit notebook, kartu tanda mahasiswa atas nama pelaku, KTP, dan lima buah kartu LSM.

"Saat ini pelaku sudah berada di Polres untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut," pungkas Zulfikar.

(jw/rzp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar