Lahan Pertanian di 3 Kecamatan Rusak Akibat Erupsi Gunung Sinabung

Lahan Pertanian di 3 Kecamatan Rusak Akibat Erupsi Gunung Sinabung

Erups Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) pada Minggu (9/6) kemarin. (Sumber Foto: Istimewa/ BNPB/Sutopo Purwo Nugroho)

(rel/rzd)

Selasa, 11 Juni 2019 | 11:08

Analisadaily (Karo) – Gunung Sinabung erupsi pada Minggu (9/6) sekitar pukul 16.28 WIB. Akibatnya, lahan pertanian di 3 kecamatan yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), rusak.

Tiga kecamatan tersebut adalah Kecamatan Payung, Kecamatan Namanteran, dan Kecamatan Kutabuluh. Akibat erupsi Sinabung, lahan pertanian rusak mencapai 70 persen disilimuti abu vulkanik.

“Tapi, tidak gagal panen. Sebagian kecil yang berpotensi gagal panen. Paling banyak penurunan produktivitas,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Martin Sitepu, Selasa (11/6).

Dijelaskannya, ketiga kecamatan tersebut berada pada radius 5 km hingga 10 km ke arah tenggara dari puncak gunung. Lahan pertanian rusak akibat arah angin, sehingga membuat sebaran abu cenderung terpapar.

“Kita belum mengetahui berapa kerugian akibat erupsi dan sedang melakukan pendataan terhadap lahan pertanian yang terkena abu vulkanik.‎ Juga belum ada laporan mengenai korban jiawa,” ujarnya.

Erupsi Gunung Sinabung ‎kali ini dengan tinggi kolom abu teramati 7.000 meter di atas puncak 9.460 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah selatan.

“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi 9 menit 17 detik,” terang Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Armen Putra.

Erupsi disertai luncuran awan panas ke arah tenggara 3,5 kilometer dan selatan 3 kilometer serta terdengar suara gemuruh sampai ke pos pengamatan Gunung Api sinabung.

“Gunung Sinabung saat ini masih berada pada Status Level III Siaga,” Armen menandaskan.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar