KY dan Bawaslu Tandatangani MoU Pemantauan dan Pengawasan Perkara Pemilu

KY dan Bawaslu Tandatangani MoU Pemantauan dan Pengawasan Perkara Pemilu

Ketua KY Jaja Ahmad Jayus (kiri) dan Ketua Bawaslu Abhan (kanan) menandatangani nota kesepahaman untuk bersama-sama melakukan pengawasan perkara Pemilu 2019 (Antara)

(rel/eal)

Selasa, 19 Maret 2019 | 09:19

Analisadaily (Jakarta) - Komisi Yudisial (KY) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait pemantauan dan pengawasan perkara pemilu di pengadilan serta advokasi hakim perkara pemilu di Auditorium KY, Jakarta, Senin (18/3) kemarin.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua Komisi Yudisial RI, Jaja Ahmad Jayus dan Ketua Bawaslu RI, Abhan.

"MoU ini untuk mempererat hubungan kerja sama antara kedua lembaga terkait dengan pengawasan penyelenggaraan pemilu maupun penyelesaian perkara pemilu di pengadilan," kata Jayus, diterima Selasa (19/3).

Menurutnya, Bawaslu memiliki peran strategis dalam mengawasi penyelenggaraan pemilu, sementara KY berwenang mengawasi hakim yang menangani perkara pemilu di pengadilan.

Kerja sama ini diwujudkan dengan tukar menukar informasi terkait dengan pelanggaran pemilu dan penanganan perkara-perkara pemilu di pengadilan sehingga pelanggaran pemilu dapat diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan penyelesaian perkara di pengadilan dapat berjalan secara fair, objektif dan transparan.

Selain itu, Bawaslu juga dapat meminta bantuan KY apabila pada waktu menjalankan tugasnya menghadapi permasalahan hukum hingga berujung pada penyelesaian di pengadilan.

"Pelaksanaan Pemilu 2019 perlu didukung oleh seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, KY juga berharap agar masyarakat membantu KY untuk melakukan pemantauan persidangan pemilu agar berlangsung bersih dan adil," tukas Jayus.

(rel/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar