Kurir 55 Kg Sabu Dituntut Hukuman Mati

Kurir 55 Kg Sabu Dituntut Hukuman Mati

Hendri Yosa menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (11/9)

(jw/eal)

Rabu, 11 September 2019 | 16:53

Analisadaily (Medan) - Majelis hakim menjatuhkan hukuman mati terhadap Hendri Yosa yang merupakan kurir 55 kilogram sabu-sabu dan 10.000 pil ekstasi di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (11/9).

Terdakwa yang merupakan warga Aceh, terbukti bersalah melanggar Pasal 114 (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Terdakwa telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli narkotika yang beratnya lebih dari 5 gram. Menjatuhkan pidana terhadap Hendri Yosa dengan pidana mati," kata Ketua Majelis Hakim, Dominggus Silaban.

Adapun hal yang memberatkan terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkotika.

Setelah mendengarkan vonis dari majelis hakim, Hendri Yosa beserta kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir terhadap hukuman maksimal tersebut.

"Pikir-pikir majelis," ujar Hendri Yosa.

Vonis yang dijatuhkan terhadap Hendri Yosa sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Henny Meirita.

Dalam berkas dakwaan, Selasa (19/2) lalu, Hendri Yosa saat berada di dalam bus ditangkap petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara di Jalan lintas Medan-Banda Aceh, tepatnya di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Kemudian petugas mengamankan Hendri Yosa beserta barang bukti sabu seberat 55 kilogram dan 10.000 butir pil ekstasi.

Hendri Yosa merupakan orang suruhan dari Adi yang saat ini masih buron. Adi memerintahkan Hendri Yosa untuk mengantarkan barang haram tersebut dari Lhokseumawe ke Medan.

Sebelumnya, narkotika itu diambil Hendri Yosa dari NEK yang juga masih buron. Belakangan diketahui Hendri Yosa menerima tawaran menjadi kurir lantaran ingin membayar cicilan sepeda motor.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar