Kuliah Umum TNGL di FMIPA USU

Badak Sumatera Masuk dalam Spesies yang Terancam

Kuliah Umum TNGL di FMIPA USU

Badak Sumatera menjadi salah satu spesies yang terancam keberadaannya di Pulau Sumatera

(sty/jpp)

Senin, 28 September 2015 | 09:35

Analisadaily (Medan) - Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) menyelenggarakan Kuliah umum bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di Aula 1 FMIPA USU, Medan, Senin (28/9).

Kuliah TNGL melaksanakan kuliah umum dengan tema ‘Pentingnya Leuser sebagai habitat melestarikan jangka panjang bagi badak Sumatera.’ Dengan pemateri Kepala Bidang Teknis Konservasi TNGL, Balai Besar TNGL Kuswandono, Wulan Pusparini (Species Conservation Specialist Wildlife Conservation Society), Tarmizi (Koordinator Program Badak Sumatera-Yayasan Leuser Indonesia) dan Rudi Putra (Senior Advisor-Forum Konservasi Leuser).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Taman Nasional Gunung Leuser di Aula 1 FMIPA USU ini dilaksanakan untuk meningkatkan dan mengenal bagaimana pentingnya menyelamatkan habitat serta populasi badak Sumatera.

Pada pemaparan pertama, pemateri dari TNGL menegaskan bahwa habitat utama badak Sumatera di bagian utara pulau Sumatera (Provinsi Aceh dan Sumut) dengan status perlindungan kawasan yang tertinggi yaitu Taman Nasional.

Badak sumatera termasuk spesies yang terancam punah berdasarkan data IUCN (International Union for Conversation of Nature). Penyebaran di pulau sumatera saat ini hanya berkonsentrasi pada bagian selatan dan bagian utara pulau sumatera.

Badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensi) termasuk spesies terancam punah berdasarkan data IUCN. Yang minimun hanya 12 individu badak Sumatera yang teridentifikasi didalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae), merupakan spesues yang tersisa di Indonesia minimun 100 individu harimau sumatera yang tersisa dan Orangutan (pongo abelii) di dunia hanya ada 5 spesies kera besar (grear apes), 2 spesies diantaranta ada di pulau Sumatera : orangutan Sumatera dan di pulau Borneo.

(sty/jpp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar