Kuasa Hukum Siwaji Raja Menyebut, Kepolisian Arogan

Kuasa Hukum Siwaji Raja Menyebut, Kepolisian Arogan

Kuasa Hukum Siwaji Raja, Julheri Sinaga saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa (14/3)

(jw/csp)

Selasa, 14 Maret 2017 | 13:38

Analisadaily (Medan) – Beberapa jam setelah dibebaskan dari sel Sat Tahti Rumah Tahanan Polrestabes Medan, Siwaji Raja, kembali ditahan kepolisian. Hal tersebut pun membuat penasehat hukum Siwaji Raja, Julheri Sinaga angkat bicara.

Ketua tim penasehat hukum Siwaji Raja itu menyebut, kasus "lepas tangkap" yang dilakukan oleh pihak Polrestabes Medan kepada kliennya di depan Mapolrestabes adalah sebagai bentuk arogansi.

Pihak polisi tidak menunjukkan sikap profesional dalam penangkapan kembali Raja, begitu dilepaskan beberapa jam dari sel tahanan.

"Polisi yang mengaku sebagai pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat sudah memperlihatkan arogansinya. Kami protes keras terhadap apa yang dilakukan kepolisian terhadap klien saya," tegas Julheri di Mapolrestabes Medan, Selasa (14/3).

Julheri juga menjelaskan, dia belum mengetahui alasan pasti penangkapan kembali Siwaji Raja. Namun demikian, dia berharap polisi secara kooperatif segera memberikan informasi mengenai alasan penangkapan.

"Saya belum tahu tapi katanya ada sprindik baru," jelasnya.

Raja sempat dibebaskan karena putusan hakim pada persidangan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Medan pada Senin (13/3), menyatakan Raja tidak terlibat pembunuhan pemilik toko Air Rifle dan Air Soft Gun, Indra Gunawan alias Kuna.

Padahal, pada saat pembebasan, sanak keluarga Siwaji Raja yang sudah menunggunya di Mapolrestabes Medan. Dan keadaan pun sempat ricuh karena kemudian Siwaji Raja tiba-tiba diamankan kembali oleh polisi.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar